TenggaraNews.com, KONAWE – Anggota Polsek Bondoala meningkatkan intensitas patroli di simpang tiga Desa Besu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Namun belum menemukan barang bukti pemalakan yang dilakukan oknum warga setempat terhadap sopir (driver) transportir Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan ke kawasan smelter PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamata Morosi.
Menurut Kapolsek Bondoala, Iptu Kadek Sanjayana, anggota Polsek rutin melakukan patroli di lokasi simpang tiga. Tapi sampai sekarang, anggota yang patroli belum menemukan barang bukti.
“Anggota sudah patroli terutama di jam-jam sibuk dilalui kendaraan di simpang tiga Desa Besu. Hanya saja, anggota belum menemukan bukti terjadinya pemalakan. Kalau sudah ada barang bukti, baru bisa kami melakukan tindakan hukum,” jelas Kadek Sanjayana pada Senin, 27 September 2021.
Selain patroli, polisi juga sudah melakukan identifikasi driver pengangkut BBM yang diduga mengalami pemalakan di simpang tiga Desa Besu.
“Kalau bukti-bukti sudah kuat disertai dengan laporan resmi korban, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas sekaligus menangkapan pelaku pemalakan,” tutupnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada oknum warga melakukan pemalakan di simpang tiga Desa Besu terhadap sopir pengangkut BBM yang akan menuju smelter milik PT VDNI dan PT OSS di Kecamatan Morosi.
Setiap driver melintas di desa tersebut, mereka dipalak antara Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per sekali lewat. Modus operandi pelaku, menggunakan retribusi penambangan pasir Desa Besu yang nilainya Rp 5 ribu.
Tapi pada prakteknya, oknum warga tersebut justru meminta uang melebih dari retribusi penambangan pasir.
Laporan : Andi Fale









