TenggaraNews.com, MUNA– Pasca kebakaran di Pasar Sentral Wakuru Desa Matano Oe, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), kerugian materil ditaksir mencapai sebesar Rp 5 Miliar, sementara korban jiwa tidak ada.
Api yang awalnya berasal dari salah satu lapak berdinding kayu bagian depan pasar. Api itu dengan cepat membakar dan menjalar pada kios lain.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 5 Oktober 2021, sekira pukul 23.00 Wita.
Kapolres Muna AKBP. Debby Asri Nugroho melalui Kapolsek Tongkuno IPDA. Muh. Nexon Odebyo mengatakan, saat terjadi kebakaran kondisi pasar dalam keadaan sepi.
Apalagi kata dia, untuk wilayah Muna Selatan tidak adanya unit pemadam kebakaran sehingga api dengan cepat membesar menghanguskan bangunan kios. Warga hanya bisa memadamkan api secara manual.
Lanjutnya, dua unit mobil pemadam kebakaran dari kota Raha tiba dilokasi kejadian sekitar pukul 01.00 Wita.
Kemudian mereka membantu memadamkan sisa api yang masih menyala.
“Kebakaran pasar sentral Wakuru juga menghanguskan bangunan kantor pasar sentral Wakuru karena terletak pada bagian tengah. Untuk kios yang terbuat dari kayu ada 60, permanen ada 24. Para pedagang ada yang menjual barang pakaian jadi, sepatu, pecah belah dan kosmetik,” ucapnya pada Rabu, 6 Oktober 2021.
Informasi awal yang diperoleh di TKP berdasarkan keterangan salah seorang petugas jaga malam, La Udju (65). Bahwa pada malam itu sebelum kejadian, kondisi pasar dalam keadaan sepi.
Mereka juga telah kembali ke rumah masing-masing setelah menutup kiosnya.
Seperti biasa sebelum tidur, La Udju melakukan patroli keliling pasar, tiba-tiba melihat api yang muncul pada atap salah satu kios. Kemudian ia berteriak meminta pertolongan kepada masyarakat yang berada di sekitar pasar.
“Saat itu juga masyarakat ramai datang membantu memadamkan api. Beberapa pedagang yang mendapatkan informasi kebakaran pasar berbondong-bondong menuju TKP untuk memadamkan api serta menyelamatkan beberapa barang dagangannya dengan bantuan beberapa warga,” jelasnya
Ditambahkannya, penyebab kebakaran berdasarkan keterangan dari saksi – saksi diduga sementara berasal dari arus pendek listrik yang ada disalah satu kios yang terbuat dari kayu pada bagian depan pasar.
Laporan : Phoyo









