TenggaraNews.com MUBAR–Bupati Muna Barat (Mubar), DRS.Achmad Lamani, M.PD dan Ketua Pengurus Wilayah Nadhatul Ulama (PWNU) Sultra, DRS. KH. Muslim, M.Si menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) masa khidmat 2021-2026 di Pondok Pasantren Raudhatul Jannah yang terletak di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Kamis 10 Februari 2022.
Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Besar Nadhatul Ulama (NU), NO. 662/A.II.04.d/04/2021 dengan mengusung tema Solid dan bersinergi dengan Pemerintah dalam merawat jagad membangun peradaban di Kabupaten Muna Barat.
Ketua PCNU Mubar, Alimuddin, S.Ag mengatakan, pada pelantikan periode 2021 sampai 2026 tidak lepas dari dukungan beberapa pihak yang telah memberikan manfaat.
Kehadiran NU di Muna Barat kata dia, untuk mengcover kehidupan keagamaan dan mempertahankan budaya-budaya Muna yang dianggap baik.
“Insya Allah kedepan kami akan mengundang Kiyai dari Jawa agar datang di Mubar untuk menerjemahkan ritual peradaban Muna dimasa lampau, bahwa kegiatan ritual keagamaan tersebut memiliki hadits,” ungkapnya
Ditempat yang sama Ketua Pengurus Wilayah Nadhatul Ulama (PWNU) Sultra, DRS. KH. Muslim, M.Si, mengucapkan selamat kepada pengurus yang telah di kukuhkan, dimana pelantikan yang dilakukan, mulai dari tingkat pusat sampai pada ranting adalah pelaksanaan yang sakral.
“Jadi jangan hanya acara seremonial yang sakral, begitu usai dilantik hilang persoalan, itu tidak boleh,” ujarnya
Dikatakannya bahwa NU adalah salah satu organisasi terbesar didunia. NU mengamalkan dan mempertahankan kekokohan islam Ahli Sunnah Wal Jamaah
“Jadi Islam Ahli Sunnah Wal Jamaah akan mencoba mempertahankan peradaban-peradaban yang ada di nusantara agar bisa dilestarikan. Itulah yang dikembangkan NU sampai dengan menjadi contoh negara-negara luar yang disebut dengan islam Nusantara,”jelasnya
Sementara itu Bupat Muna Barat, DRS. Achmad Lamani, M.Pd mengatakan, bahwa NU adalah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Organisasi yang harus mengamalkan nilai- nilai Pancasila, sebab Agama dan Pancasila selaras namun agama dan Pancasila itu tidak sama.
“Pancasila adalah pedoman hidup bagi seluruh warga negara Indonesia sementara Agama adalah pedoman hidup untuk umatnya di dunia dan akhirat,” katanya
Mantan Wakil Bupati Mubar itu menekankan dimasa peradaban baru saat ini dihadapkan dengan masa pandemi Covid-19, olehnya itu ia mengajak seluruh pengurus NU dan masyarakat agar dapat memutuskan mata rantainya secara bersama-sama
“Nakes tidak dapat bekerja sendiri untuk memutuskan mata rantai Covid-19 namun harus ada bantuan dari semua pihak,” tandasnya
Penulis : Phoyo









