KENDARI – Generasi Muda Desa Nusantara (Gema Desantara) bekerja sama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), memiliki program unggulan dalam memacu motivasi dan kreasi generasi muda di bidang pertanian, melalui pelatihan kepeloporan pemuda bidang pertanian organik.
Ini sejalan dengan nawa cita Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, yang bisa dicapai melalui kedaulatan pangan.
Kegiatan ini dilakukan se-Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kali ini, organisasi nasional ini menggelar sosialisasi di Desa Tiworo, Kecamatan Parigi.
Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan peserta ini, mendapatkan apresiasi dari Kadispora Muna, Lukman Hakim.
Mewakili Pemda Muna, Lukman sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berkomitmen untuk ikut mendorong kesinambungan kegiatan ini di Muna.
Sementara itu, Kadis Pertanian Muna, LM Hamalin dalam materinya menegaskan rasa bangganya, dengan kegiatan ini kreatifitas pemuda di bidang pertanian harus ditumbuhkembangkan, karena akan berdampak pada penguatan ekonomi daerah.
Ketua Umum Gema Desantara, Jaelani menegaskan, bahwa pertanian organik yang berbasis pada kearifan lokal terlalu besar untuk digarap sendiri, sehingga pemerintah diharapkan memiliki andil yang besar dalam mendorong program ini.
“Pada sisi yang lain diperlukan pemahaman yang lebih luas oleh masyarakat, sehingga sinergi antara keduanya akan menjadi energi yang membangun bangsa,” katanya.

Pertanian organik (natural farming) kini telah menjadi sebuah gerakan yang harus dimulai dari desa, sebab banyak desa di Indonesia khususnya Sultra, merupakan salah satu daerah yang memiliki basis pertanian cukup besar.
Gema Desantara merupakan wujud nyata dari langkah mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, melalui pelatihan.
“Saatnya Pemuda Kabupaten Muna ikut berkontribusi dalam membangun Daerah, mempelopori tumbuhnya semangat pertanian di Muna adalah salah satu jalannya, sehingga di masa datang Muna juga hadir sebagai daerah yang memiliki kontribusi, dalam membangun ketahanan pangan di Sultradan Indonesia,” harapnya.
Selayang Pandang Gema Desantara
Desa mempunyai potensi fisik (pertanian) dan non fisik (kelembagaan dan SDM). Pada titik ini, pemerintah dapat menjadi supporting system dari terwujudnya program kepeloporan pemuda bidang pertanian alami, yang memiliki fokus untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pertanian unggul, yang dapat menjadi penggerak pertanian alami.
Prinsip dari pertanian alami adalah memahami bahwa negeri ini dibangun dari kearifan diberbagai aspek, termasuk pertanian. Banyak tradisi pertanian telah ditinggalkan oleh para petani kita, sehingga tidak lagi mempertimbangkan aspek lingkungan termasuk aspek kearifan lokal.
Pertanian organik yang digerakkan oleh pemuda akan menjadi alternatif dari problematika ketahanan pangan di negara ini. Sehingga di masa datang masyarakat akan mampu menghasilkan produk pertanian yang memiliki standar kesehatan, memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan yang paling utama adalah kearifan lokal.
Dengan program ini, diharapkan persoalan-persoalan masyarakat tani yang ada di pedesaan dapat terjawab, sekaligus semua berharap dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan petani dan terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Tujuan dari program ini adalah melahirkan seribu kader pemuda pelopor bidang pertanian alami. Penguatan pengetahuan dan keterampilan pertanian alami berbasis lokal desa, kepada para pemuda dan ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan kualitas sistem dan produktifitas pertanian.
Membangun kemampuan pemuda pelopor pertanian dalam berorganisasi yang baik, sehingga ini akan berdampak pada terbentuknya komunitas Pemuda Petani Alami.
Mendorong terus tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam tata kelola pertanian, mulai dari produsi sampai distribusi, sehingga secara ekonomi berdampak pada pencapaian kesejahteraan masyarakat.
Hasil (output) yang diharapkan dari program ini adalah tersedianya seribu kader pelopor pertanian alami, yang memahami cara pembuatan nutrisi dan cara bertani secara alami.
Selain itu, terbentuknya 20 lembaga yang diinisiasi oleh peserta pelatihan, dan memfokuskan kerjanya pada tiga hal. Pertama Agro Industri (pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan), kedua usaha simpan pinjam, dan ketiga ekonomi kreatif.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menargetkan terbentuknya kesadaran bersama tentang pentingnya gotong-royong dalam aktifitas pertanian, sehingga dimasa datang budaya ini dapat menjadi kesadaran kolektif dalam berbangsa dan bernegara. (***)







