TenggaraNews.com, KENDARI – Proses musyawarah daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra, dengan agenda pemilihan Ketua Umum BPD dikawal ketat aparat kepolisian dan TNI. Setiap tamu undangan yang tak memiliki id card dari panitia, tak diizinkan masuk ke dalam ruangan.
Pantauan TenggaraNews.com, kondisi tersebut sempat memanaskan suasana, karena sejumlah senior HIPMI dilarang masuk oleh panitia, dengan alasan tak memiliki id card.
Salah seorang senior HIPMI mengeluarkan ujaran sebagai bentuk kekecewaan, atas sikap para panitia, yang dinilai tak beretika. Padahal, panitia memberikan undangan untuk para senior.
“Kita ini diundang, hanya saja udangannya dipegang oleh Pak Andi Musakkir. Sepertinya, kita ini salah melahirkan anak,” ujarnya.

Hal yang sama juga sempat dialami salah satu pengurus BPD HIPMI sultra, yang juga dilarang masuk karena tak dapat menunjukan tanda pengenal.
“Kita ini pengurus BPD, masa sih tidak bisa juga masuk. Kenapa seperti ini,” jelasnya dengan nada kesal.
Hingga berita ini dipublish, belum ada pernyataan resmi dari panitia Musda, terkait sistem super ketat yang diterapkan, dalam proses pemilihan Ketua Umum BPD Hipmi.
Untuk diketahui, pemilihan calon ketua umum ini diikuti oleh dua calon, yakni Sucianti Suaib Saenong dan Hamka.
Laporan: Ikas Cunge








