TNC, KENDARI – Hari Raya Idul Fitri atau lebaran selalu menjadi moment yang dinanti-nanti umat islam di dunia ini, sehingga waktu selalu dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga, khususnya yang berada di luar daerah. Tak terkecuali di Kota Kendari, masyarakat ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ini berbondong-bondong meninggalkan kota lulo, sejak sepekan hingga sehari menjelang puncak hari lebaran. Sontak kondisi pun berubah menjadi sepih, bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Disisi lain, ada juga pemandangan yang selalu menjadi momok, yakni tumpukan sampah di tempat pembuangan sementara, selalu menggunung hingga meluber ke jalan, akibat liburnya petugas kebersihan. Padahal, pemerintah seharusnya memikirkan langkah antisipasi atas persoalan tersebut.
Andi, salah seorang warga metro mengungkapkan, seharusnya pemerintah juga memikirkan bagaimana caranya agar sampah tidak menumpuk di hari lebaran.
“Yah pemerintah harus melakukan antisipasi. Apakah menerapkan libur hari raya secara bergilir kepada petugas, ataupun cara yang lain,” ujar ayah dua anak itu kepada TenggaraNews.com, Senin (26/6/2017).
Menurut dia, sebagai kota peraih Adipura, hal seperti ini hendaknya selalu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, karena tumpukan sampah yang meluber ke jalan, jelas-jelas mengganggu pengguna jalan dan merusak pemandangan kota.
“Bagaimana bisa kota peraih Adipura, tapi luberan sampah saja tak mampu dia antisipasi, kan lucu jadinya kalau seperti ini,” jelasnya.
Pantauan TenggaraNews.com, luberan sampah terjadi di sejumlah tempat pembuangan sementara. Baik itu di jalan protokol, maupun di lorong-lorong.
Laporan: Ichas Cunge









