TNC, KENDARI – Menanggapi kritikan dari Anggota DPRD Kota Kendari, soal pengelolaan parkir tepi jalan (On The Street) yang dinilai belum optimal, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Badan Pengelola Pajak dan Retelribusi Daerah (BPPRD), menjelaskan sejumlah persoalan yang dihadapi instansi tersebut.
Kepala BPPRD Kota Kendari, Nahwa Umar mengungkapkan, pengelolaan sistem parkir tersebut membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, dan benar-benar faham dengan teknologi. Pasalnya, on the street merupakan parkir yang dikelola berbasis IT.
“Kendalanya kita kekurangan SDM, yang siap untuk bekerja sebagai petugas parkir,” ujarnya kepada TenggaraNews.com, saat dikonformasi di ruang kerjanya.
Apalagi, kata dia, para pekerja ini merupakan anak-anak muda, yang masih labil arah berfikirnya. Sehingga pihaknya merasakan kesulitan untuk melaksanakan sistem parkir berbasis IT itu secara optimal.
“Dari lima orang yang kita rekrut, dua diantaranya mengunggundurkan diri. Jadi, kami masih kekurangan SDM,” katanya
Untuk sementara, lanjut mantan Kepala Inspektorat Kota Kendari itu, dua alat dialihakan tempat lain, agar tidak terkesan mubazir karena tak digunakan.
“Sementara waktu alatnya kita alihkan di Pasar Sentral Kota,” tutupnya.
Laporan: Ichas Cunge









