TenggaraNews.com, KENDARI – Kepala Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sultra, Abdul Kadir mengajak kepada seluruh umat lintas agama untuk saling menghargai di bulan suci ramadan ini, sehingga bisa mewujudkan kondisi yang lebih kondusif dan komunikatif.
”Artinya penghargaan kita terhadap pengamalan agama itu adalah untuk menghormati saudara-saudara kita umat lain yang sedang menjalankan ajaran agamanya,”kata Kadir saat ditemui usai kegiatan pertemuan tokoh lintas agama di Kanwil Kemenag Sultra, Rabu 16 Mei 2018.
Lanjutnya, kalau ada yang sedang tarawih atau sedang sholat sebagaimana sesuai ajaran agamanya, dia pun juga harus hargai atau mengapresiasi pelaksanaan agama itu, jangan ada lagi kegiatan-kegiatan lain yang tujuannya ingin mengganggu.
”Karena dalam agama manapun baik itu agama Islam, Hindu, Budha, Kristen dan Katolik, itu sudah jelas sumber ajarannya, apa bentuk kegiatannya dan waktunya untuk melaksanakan ajaran agamanya masing-masing,” katanya.
Menurut dia, jangan ada amalan-amalan dadakan yang seakan-akan ada tandingan pelaksanaan ibadah itu, sehingga menimbulkan terjadinya perselisihan antar agama satu dan lainnya.
”Jadi ini yang harus diterapkan kepada semua umat, baik itu Islam maupun umat lainnya agar selalu menjaga perdamaian antar agama,” ungkapnya.
“Ini istilah kepatuhan kita terhadap pesan-pesan agama dan regulasi yang diatur oleh bangsa. Jadi, itu harus menjadi komitmen kita bersama untuk menciptakan ramadhan sebagai rahmat, khususnya umat islam,” tambahnya.
Laporan: Muhamad Isran








