TenggaraNews.com, KENDARI – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Humum dan Hak Asasi Manuasi (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara akan membangun Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) di Nanga-nanga Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Sofyan mengatakan, pembangunan LPP rencananya mulai dilakukan pada bulan Agustus 2018 mendatang.
“Insya Allah, di bulan Agustus pembangunan LPP ini sudah akan dimulai, sebab, kami sudah diberikan tanah seluas 5 hektare serta sertifikatnya oleh pemerintah Provinsi Sultra, melalui Kepala Biro Pemerintah Sekretariat Daerah Provinsi Sultra, beberapa hari yang lalu,” ungkapnya saat di temui di ruang kerjanya, Rabu 30 Mei 2018.
Ia mengatakan, pembangunan LPP tersebut bersumber dari Anggaran Penerimaan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018.
“Jadi mudah-mudahan setelah ketuk palu pada Juni 2018, anggaran tersebut sudah akan digelontorkan, kemungkinan sebesar Rp 14 sampai 18 milyar, untuk pembangunan tahap pertama seperti bangunan utama, pagar, dan dapur yang berkapasitas 200 orang.
Saat ini, lanjut dia, jumlah tahanan dan narapidana yang ada di Lapas Kendari berjumlah 91 orang, terdiri dari 90 binaan perempuan dan 1 orang titipan bayi. Artinya, jika LPP ini sudah dibangun maka semuanya akan dipindahkan.
“Kalau kita hitung dari keseluruhan di Sultra, lebih 200 orang tahanan dan Napi khususnya perempuan, jadi seharusnya mereka sudah mempunyai tempat sendiri atau kantor sendiri,” ujar Sofyan.
Untuk itu, dirinya berharap dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah kota, karena pembangunan LPP ini akan membawa dampak yang luar biasa bagi perekonomian. Sebab, orang akan kesana untuk membesuk jika ada keluarganya di LPP tersebut.
Adapun dampak perekonomian yang dimaksud, misalnya, pedagang nanti akan menjual disana, yang awalnya sepi langsung menjadi ramai, yang awalnya tidak ada listirk langsung ada.
“Jadi, saya sangat senang dan berterima kasih kepada Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi, Ketua DPRD Prov Sultra Abdurrahman Saleh dan Pj Sekda Provinsi Sultra Hj. Isma, serta mantan Gubernur Sultra Nur Alam yang luar biasa mendukung saya untuk dibangun LPP tersebut, tapi nanti di jaman pak Teguh bisa terealisasi,” tutupnya.
Laporan: Muhamad Isran









