TenggaraNews.com, KENDARI – Bos besar Bosowa Corporation, Aksa Mahmud diduga kuat ikut menikmati dana tambahan Rp 15 juta eks jamaah Abu Tours, yang disetorkan ratusan jamaah tersebut melalui Bank Bukopin. Hal tersebut diungkapkan Amal Jaya, salah satu eks jamaah Abu Tours.
Dia menjelaskan, disaat Abu Tours kolep, Direktur Utama perusahaan perjalanan umroh tersebut kemudian mengeluarkan empat maklumat, yakni memberikan dana tambahan Rp 7 juta dengan membawa dua jamaah baru, pilihan yang kedua itu menambah Rp 11 juta serta menambah satu jamaah baru, kemudian opsi yang ketiga menambah Rp 15 juta tanpa jamaah baru, dan yang keempat adalah mengajukan pengembalian (refund).
Dalam kondisi tersebut, lanjut Amal Jaya, dilakukan pertemuan bersama antara Direktur Abu Tours dan jamaah, yang turut dihadiri Aksa Mahmud. Kemudian, secara pribadi bos besar Bosowa Corporation tersebut berjanji akan membantu memberangkatkan para jamaah, yang mengambil pilihan ketiga yakni menambah dana Rp 15 juta.
Kemudian, asosiasi agen Abu Tours se Indonesia bertemu dengan Aksa Mahmud, dan saat itu orang nomor satu di Bosowa tersebut mengaku akan membantu para jamaah, seraya mengarahkan agar dana tambahan itu disetorkan ke Bank Bukopin
“Saya akan membantu kalian kalau mau dibantu. Setelah itu baru ada pertanyaan, bagaimana dengan pengalaman yang di First Travel, banyak yang menambah tapi tidak jadi diberangkatkan?. Lalu, Aksa Mahmud mengatakan, jika tidak jadi diberangkatkan yah ambil kembali uangmu,” kata Amal Jaya, sembari menirukan cara Aksa Mahmud berbicara, Rabu 30 Mei 2018.
Lebih lanjut, dia menerangkan, dana tambahan tersebut disetorkan ke Bank Bukopin Cabang Makassar dengan sistem escrow. Lalu, Aksa Mahmud menunjuk dua orang yang diduga masih kerabatnya, yakni Agus Camma dan Rizal Assapa sebagai pihak yang akan bertandatangan, pada proses pengeluaran dana tersebut dari Bank Bukopin.
Dalam perjalanannya, dari dana Rp 3,9 miliar yang disetorkan jamaah ke Bank Bukopin, Aksa Mahmud Cs hanya memberangkatkan jamaah hingga lima kali pemberangkatan saja. Sementara, ratusan lainnya hanya menerima janji-janji belaka.
“Mulai tanggal 4 April sudah mulai mandek hingga beberapa kali wacana pemberangkatan. Pada akhirnya, karena sudah malu mau kembali sebelum berangkat, terpaksa jamaah berinisiatif membiayai sendiri keberangkatan mereka ke tanah suci,” bebernya.
Para jamaah lalu meminta agar dana Rp 15 juta itu segera dikembalikan. Akan tetapi, Aksa Mahmud bersama konco-konconya hanya memberikan bualan janji, tanpa realisasi pengembalian.
Amal Jaya beserta jamaah lainnya menduga, dana mereka tersebut digunakan untuk membiayai pengembangan bisnis usaha lainnya, yang saat ini sedang dijalankan kedua kerabat Aksa Mahmud tersebut.
“Kalau memang dia (Aksa Mahmud) berniat membantu, kan dia bisa langsung mengambalikan uang kami. Tapi ini kan tidak dilakukan, yang ada hanya janji belaka,” tegasnya.
Seperti diketahui, Aksa Mahmud merupakan salah satu pemegang saham mayoritas di Bank Bukopin.
Laporan: Ikas Cunge









