TenggaraNews.com, KENDARI – Mantan Wakil Walikota Kendari, Musadar Mappasomba menegaskan, selama 10 tahun bersama Ir Asrun memimpin Kota Kendari, banyak hal yang perlu menjadi contoh teladan.
“Saya kadang berjam-jam lamanya berdiskusi dengan Pak Haji (panggilan akrab Ir Asrun) di ruangannya. Beliau beberapa kali mengatakan kepada saya, sebenarnya kita menjadi pemimpin, apa lagi yang kita cari, ” jelas Musadar saat memberikan ceramah menjelang buka puasa bersama di rumah Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sultra, Imran, Jumat 1 Juni 2018.
Musadar menjelaskan maksud kalimat Ir Asrun saat masih menjabat Walikota Kendari. Bahwa, menjadi seorang pemimpin Kota Kendari bukan bertujuan mencari kekayaan, bukan ingin disanjung-sanjung karena memiliki jabatan.
“Pak haji (Asrun) berkata, sebaik-baiknya seseorang adalah bermanfaat atau berguna bagi orang banyak. Menjadi pemimpin itu untuk kepentingan orang banyak. Hasil kerja pemimpin diserahkan kepada Allah. Kita berikhtiar, hasilnya kita tawaqal kepada Allah. Allah yang maha tahu segalanya, ” terang Musadar Mappasomba.
Seperti diketahui, Musadar Mappasomba bersama Ir Asrun memimpin Kota Kendari selama 2 periode. Asrun menjabat sebagai walikota, sedangkan Musadar sebagai wakil walikota. Amanah demokrasi ini dijabat sejak tahun 2007 sampai 2017.
Selama 2 periode menduduki jabatan walikota dan wakil walikota Kendari, pasangan Ir Asrun dan Musadar Mappasomba tidak pernah didengar bergesekan. Kedua sosok pemimpin ini saling melengkapi.
Hadir dalam buka puasa bersama di bilangan Tinaorima yakni Hugua, calon wakil gubernur Sultra yang berpasangan dengan Ir Asrun sebagai calon gubernur periode 2018-2023. Turut juga hadir para pengurus partai pengusung Paslon nomor urut 2 ini.
Laporan: Ikas Cunge








