TenggaraNews.com, KENDARI – Pendidikan yang difokuskan pada pengenalan dan pemahaman terhadap sumber daya dan nilai-nilai lokal, akan difokuskan oleh pemerintah dimulai dengan meregistrasi seluruh kekayaan budaya, seni, arsitektur, sejarah literatur-sastra, folklore, peninggalan purbakala-arkeologi, kekayaan flora-fauna-maritim, yang kemudian dikatalogisasi dan di displaykan di sains park ataupun museum daerah. Hal ini menjadi perhatian khusus Paslon Gubernur Sultra nomor urut tiga, Rusda Mahmud dan Sjafei Kahar (RM-SK) dan telah merangkumnya dalam visi misi tentang hak sosial budaya.
“Dalam melestarikan budaya dan menerapkan hak sosial budaya, diperlukan inventarisasi kekayaan budaya lokal (seni, arsitektur, sejarah literatur, benda purbakala, kekayaan flora dan fauna, bahari dan tradisi lisan), pengembangan masyarakat sadar wisata, dan revitalisasi museum daerah,” ungkap Rusda kepada TenggaraNews.com, Sabtu 23 Juni 2018
Disamping itu pula, lanjut mantan Bupati Kolaka Utara dua periode ini, ruang-ruang publik bernuansa pendidikan akan dihadirkan di tengah-tengah masyarakat dengan nuansa edukatif-entertainment, yang diharapkan mampu mendorong budaya belajar di manapun dan kapanpun. Selain itu, sumber daya alam yang ada di Sultra akan coba dikemas sebagai media pembelajaran bagi masyarakat dalam bentuk eduwisata, sehingga capaian akhir untuk menciptakan Sultra yang cerdas masyarakatnya dan berbudaya pendidikan daerahnya akan sama-sama dinikmati.
“Sejalan dengan hal tersebut, program inventarisasi kekayaan budaya lokal, dimana museum akan menjadi tempat ditampilkannya kekayaan budaya lokal kita, sehingga masyarakat lokal maupun luar Sultra akan mengetahui sejarah dan Budaya Sultra melalui museum daerah,” terangnya.
Laporan: Ikas Cunge









