TenggaraNews.com, KENDARI – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengingatkan masyarakat yang memberikan jasa bantuan penyeberangan kendaraan roda dua dan empat, terutama di titik banjir yang sulit dilalui, agar tidak memungut biaya yang tinggi.
“Disaat warga korban banjir membutuhkan bantuan, kita semua pihak perlu memberikan pertolongan. Karena itu saya minta, warga yang memberikan bantuan jasa penyeberangan di jalan-jalan yang sulit dilewati kendaraan agar tidak mematok biaya yang terlalu tinggi, ” kata politisi PAN ini, Minggu (16/6/2019).
Peringatan ini disampaikan Abdurrahman Shaleh, setelah mendengarkan laporan masyarakat soal tingginya tarif yang dikenakan. Misalnya tarif menaikkan mobil di atas rakit Rp 400 ribu sampai Rp 1 juta.
“Padahal mobil mengangkut bantuan kemanusiaan, masa dikenakan biaya mahal sekali. Ya sewajarnya saja dipungut biaya, agar saudara kita yang butuh bantuan cepat mendapatkan suplai, ” ujarnya.
Seperti ramaikan diberitakan media mainstream, untuk melewati jalan yang terdampak banjir di Kecamatan Samparan, Kabupaten Konawe, pengguna mobil untuk tujuan Konawe Utara dikenakan biaya sampai Rp 1 juta.
Sedangkan di titik banjir antara Kecamatan Pondidaha dan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, pengendara mobil dikenakan biaya bantuan jasa Rp 400 ribu.
Laporan : Rustam









