TenggaraNews.com, KENDARI – Massa gabungan terdiri dari Organisasi Massa (Ormas) Brigade 08 Sultra, Ormas Tamalaki, Karadano Tolaki, HMI Cabang Kendari, Laskar Anoa dan GPTS menggelar aksi unjuk rasa, menolak rencana kedatangan 500 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Negara China di pintu gerbang perbatasan antara wilayah Kota Kendari dengan KabupatenKonawe Selatan, sekira jam 10.05 Wita, Senin 22 Juni 2020.

Aksi penolakan ini muncul, karena dikhawatirkan TKA asal China itu membawa wabah virus corona ke Sultra. Apalagi diketahui, asal muasal wabah virus corona berasal dari Wuhan, Negara China.
“Kami menolak kedatangan TKA asal China. Kita tak mau ada wabah virus corona menjangkiti warga Sultra. Kalau TKA masuk tanpa ada penolakan dari Pemda, percuma kita otonomi daerah,” kata Sulkarnain, ketua HMI Cabang Kendari dalam orasinya.
HMI Cabang Kendari membentangkan spanduk bertuliskan Haram TKA Masuk Sultra. Spanduk ini dibentangkan di bawah tenda kerucut milik Pemda Konawe Selatan di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konsel.
Aksi ini diwarnai bakar ban di jalan raya menuju Bandar Udara Haluoleo terjadi sekira jam 11.20 Wita. Meski terjadi aksi penolakan rencana kedatangan TKA ini di pintu gerbang, namun arus lalu lintas tetap berjalan sebagaimana biasanya.

” Kami secara tegas menolak kedatangan tenaga kerja asing asal China. Tak ada yang bisa jamin mereka ini tidak membawa wabah virus corona,” kata Ahmad, Ketua Brigade 08 Provinsi Sultra dalam orasinya.
Tidak puas melakukan aksi di perbatasan antara Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe Selatan, massa kemudian menuju simpang empat di Desa Ambaipua, dekat Bandar Udara Haluoleo. Mereka juga melancarkan orasi penolakan rencana kedatangan TKA besok, Selasa 23 Juni 2020.
Laporan : Rustam Dj









