TenggaraNews.com, KENDARI, Pasca Pelantikan H. Ali Mazi dan Dr. H. Lukman Abunawas (Aman) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Periode 2018-2023, berbagai harapan muncul dari sejumlah kalangan kepada gubernur tersebut, agar tetap melanjutkan cita-cita pemerintahan diera sebelumnya.
Salah satunya datang dari aktivis Sultra, Muhamad Ikram Pelesa yang mengharapkan kepada Pemprov Sultra agar tidak berhenti mengusulkan bumi anoa menjadi kawasan ekonomi khusus dalam bidang pertambangan.
Selama ini, kata Ikram (sapaan akrabnya), sumber daya tambang yang melimpah di Sultra belum dikelola dengan optimal, sehingga kontribusinya minim bagi kesejahteraan daerah.
“Kami mengharapkan agar Pemprov. Sultra tetap mengawal Sultra menjadi kawasan ekonomi khusus dalam bidang pertambangan,” ujar Fungsionaris PB HMI Bidang Lingkungan Hidup ini.
Menurut Ikram, Sultra mengandalkan tiga jenis bahan tambang utama, yakni nikel, emas dan aspal. Ia juga menyatakan, jika kekayaan alam tersebut dikelola dalam suatu kawasan ekonomi khusus (KEK), industri tambang akan dijalankan secara terpadu dengan tetap menjaga aspek ekologi.
”Kami meminta pemprov Sultra agar dapat mengusulkan kembali kepada pemerintah pusat, sebuah KEK berbentuk badan otorita kawasan industri pertambangan,” pintanya.
Dikatakannya, pengelolaan dalam KEK itu, dimaksudkan untuk memberi nilai tambah bagi hasil perut bumi Sultra, yang selama ini tidak begitu berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Sultra. Salah satunya adalah pertambangan nikel yang lebih banyak menjual dalam bentuk ore (bijih) yang harganya rendah di pasaran.
Lebih lanjut, Ikram menjelaskan, dalam konsep KEK, hasil tambang nikel tidak lagi dijual dalam wujud bahan mentah, tetapi harus diolah setidaknya menjadi feronikel. Pengolahan lanjutan juga akan menimbulkan efek domino ekonomi, salah satunya penciptaan lapangan kerja.
Ikram juga menambahakan, pemerintah perlu memerhatikan berbagai aspek sebelum mewujudkan gagasan KEK pertambangan di Sultra, terutama kegiatan pasca tambang, sehingga ekonomi di daerah tersebut tidak mati ketika pembangunan pascatambang telah terrencanakan dengan baik
”Jangan sampai ini juga mengulangi kegagalan pengelolaan KEK dalam dunia pertambangan, seperti yang terjadi di daerah lainnya dengan ekonomi mati ketika pembangunan pascatambang tidak direncanakan,” tutupnya.
Laporan: Ikas Cunge








