TNC, KENDARI- Maraknya berbagai macam band yang menghiasi blantika musik di tanah air, membuat sebagian pemuda khusunya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisiatif memunculkan karya musik dengan menyuguhkan berbagai genre.
Dengan mengusung album berjudul “Anoa Island” musisi indie asal Kota Kendari, yang terdiri dari Ifal Chandra Anaconda Band, Anto Zhelebes Band sekarang di D’Zoul Band, Edo Anaconda Band, Irenne Amor Band, Yudha Rockafada Band dan Deni Pangkostrad band kini siap menghadirkan sebuah maha karya, untuk memanjakan telinga masyarakat Sultra.
Album tersebut, digarap secara bersama sama, dengan tujuan untuk melestarikan lagu daerah Tolaki, yang kini mulai terabaikan dengan banyaknya karya musik di Indonesia.
Produser dalam album tersebut, Yudha Lamuse mengungkapkan, dengan di rilisnya album inu, masyarakat yang ada di Kota Kenndari dapat melestarikan lagu daerah yang kini sudah mulai terlupakan.
“Tujuan kami, dengan adanya album ini masyarakat yang ada di Sultra, dapat kembali melesatrikan lagu daerah Tolaki, khususnya masyarakat di Sultra, generasi penerus bangsa dalam hal ini adik-adik kami nantinya,” ujarnya, Jumat 22 September 2017.
Selain itu, kata Yudha, album tersebut telah mendapat apresiasi dari Ketua Adat Tolaki, Mashyur Masie Abunawas (MMA).
“Alhamdulillah album ini juga sangat di dukung oleh ketua adat Tolaki, dan kami juga sangat berharap masyarakat di Sultra dapat menerima album kami dan laris dipasaran, ” katanya.
Dikatakannya pula, dalam album tersebut, yang menjadi lagu andalan mereka yakni Molulo. Selain project ini, para musisi tersebut nantinya akan membuat karya film daerah tolaki, yang mengisahkan tentang isi lagu dalam album Anoa Island. (***)









