TenggaraNews.com, MUNA – Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Marobo, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, Sultra, Muhammad Awaludin, akhirnya buka suara terkait bentrokan siswa di lingkup sekolah yang dipimpinya hingga terjadi penyegelan pintu sekolah oleh warga.
Kepsek SMAN 1 Marobo menjelaskan bentrok antara siswa berawal dari lapangan sepak bola SMA.
“Kejadian awal itu berawal dari lapangan, mereka main bola,” Kata Kepsek SMAN 1 Marobo Muna melalui sambungan telefon selulernya, Jumat 10 September 2021.
Karena muncul ketersinggungan antara sesama siswa saat bermain bola, Kata Awaluddin, Akhirnya muncul bentrokan dan terbawalah masalah anarkis hingga di luar sekolah dan karena tidak adanya satupun guru masuk mengajar saat terjadi bentrok siswa, warga setempat akhirnya ikut terbawa emosi dengan ikut menyegel pintu sekolah.
Namun Kepsek SMAN 1 Marobo ini mengakui, bahwa pada saat terjadi bentrokan dirinya dan para guru lainya tidak masuk sekolah.
“Iya benar kemarin itu memang saya lagi tidak berada di sekolah. Kebetulan saya juga belum terlalu lama jadi Kepsek di SMAN 1 Marobo. Jadi ini menjadi pelajaran bagi kami ke depan,” ujarnya.
Terkait ketidak hadiran para guru di sekolah, Kepsek SMAN 1 Marobo dengan tegas mengatakan akan memberi sanksi bagi guru yang malas.
“Ini pelajaran sangat berharga bagi kami ke depannya. Termasuk pemberian sanksi tegas kepada guru-guru yang malas,” ungkapnya.
Diketahui, bentrokan siswa di SMAN 1 Marobo, yang terjadi pada Kamis, 9 September 2021 kemarin.
Pihak sekolah telah menyelesaikan bersama dengan menghadirkan orang tua siswa, pihak keamanan dan pemerintah setempat.
“Jadi persoalan bentrok siswa yang terjadi kemarin, hari ini telah kami selesaikan. Kami rapat dengan menghadirkan orang tua siswa, juga menghadirkan pihak pemerintah kecamatan dan desa, dan juga pihak keamanan TNI/Polri,” tutupnya.
Laporan : Hasan Barakati









