TenggaraNews.com, KENDARI – Anggota Komisi VII DPR RI, Rusda Mahmud menggelar coffee break bersama puluhan wartawan Kota Kendari, Kamis 9 Januari 2020 di Baruga Aspirasi.
Kegiatan ini merupakan rangkaian reses masa sidang 1 2019-2020, sesuai dengan amanah UUD 1945 pasal 20A ayat 1, terkait dengan fungsi dan kewenangan anggota DPR RI.
Melalui agenda tersebut, Rusda Mahmud menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat yang disampaikan kepadanya, saat dirinya melakukan reses di Kabupaten Kolaka Utara, Kolaka dan kota kendari.
Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan, kebanyakan masyarakat mengeluhkan persoalan listrik, distribusi BBM dan tabung gas. Aspirasi tersebut langsung ditindak lanjutinya melalui kunjungan kerja (Kunker) ke Terminal Fuel Pertamina
dan PLN Kendari.
“Aspirasi tersebut sudah saya sampaikan ke pihak Pertamina Depo Kendari (Terminal Fuel Pertamina Kendari dan juga PLN kendari),” ujar mantan Bupati Kolaka Utara dua periode ini.
Rusda Mahmud juga meminta saran dan informasi kepada awak media, terkait persoalan yang terjadi di Sultra, dan nantinya akan dibahas saat rapat kerja bersama mitra terkait.
“Teman-teman wartawan ini kan paling tahu yang terjadi di Sultra. Untuk itu, berikan saya informasi tentang kondisi masyarakat Sultra saat ini yang berhubungan dengan Komisi VII. Selanjutnya, akan kami bahas bersama mitra terkait dalam rapat kerja nanti,” katanya.
Melalui agenda coffee break tersebut, awak media menyampaikan persoalan carut marutnya aktivitas pertambangan di Sultra, yang pada akhirnya masyarakat menjadi korban.
Selain itu, awak media juga meminta kepada Komisi VII DPR RI agar menindak lanjuti antrian panjang di SPBU. Sebab, kondisi itu merupakan kejadian yang terus berulang di Sultra, sehingga harus ada tindak lanjut untuk mengetahui akar persoalannya.
Coffee break ditutup dengan acara makan bersama. Awak media disajikan hasil perkebunan hidroponik dan peternakan ayam binaan Baruga Aspirasi Rusda Mahmud.
Laporan: Ikas









