TenggaraNews.com, JAKARTA – Nama Wa Ode Rabia Al Adawia, S.E, M.B.A tidak asing lagi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Saat ini, dia tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sultra.
Dari Senayan Jakarta, anak Ir Ridwan Bae ini, berusaha memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Sultra.
Hal ini terbukti dengan adanya beberapa kegiatan yang selalu rutin ia lakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan diimplementasikan dalam kerja-kerja nyata setiap bertemu dan berdialog dengan instansi pemerintah dan pemangku kebijakan terkait masalah Pertanian, Perindustrian dan Perdagangan serta masalah Lingkungan hidup.
Di sektor pertanian bersama Menteri Pertanian RI Sahrul Yasin Limpo dan anggota Komite II DPD RI melakukan Rapat Kerja (Raker).
Dalam Raker bersama Kementerian Pertanian RI,Wa Ode Rabia Al Adawia menyampaikan beberapa aspirasi daerah Provinsi Sultra, termasuk potensi pertanian yang dapat dikembangkan.
“Semoga ini dapat menjadi langkah yang baik bagi pengembangan sektor pertanian di Sultra, agar petani tetap semangat bekerja. Kami akan kawal kebijakan pemerintah untuk daerah Sultra,” jelas Rabia.
Pada kesempatan itu, Rabia menyerahkan daftar inventarisasi usulan program prioritas dari beberapa daerah Kabupaten/ Kota di Sultra.
Senator perwakilan milenial ini berharap agar usulan tersebut, dapat terakomodir demi mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan nasional.”Dan yang paling penting demi kesejahteraan petani dan masyarakat Sultra,” Rabiah.
Di sektor Perindustrian dan Perdagangan, dalam Rapat Kerja Komite II DPD RI bersama Kementerian Perdagangan RI secara Virtual, membahas beberapa program Kementerian Perdagangan RI.
Salah satunya yaitu pembangunan/revitalisasi pasar rakyat. Ia menyampaikan bahwa program ini sangatlah tepat dan sangat dibutuhkan terutama di Sultra, karena dapat membantu meningkatkan ekonomi kerakyatan.
Selain itu, ada program perlindungan konsumen oleh Kementerian Perdagangan. Bahwa tidak hanya konsumen yang dilindungi, namun juga ada perlindungan bagi produsen/petani dalam hal menjaga kestabilan harga pasar sehingga mendukung petani semakin sejahtera.
Pada kesempatan ini Rabia menyampaikan bahwa di Sultram ada terminal komoditas untuk menampung hasil bumi, lokasinya yaitu di Kota Kendari. Namun kondisi terminal komoditas tersebut sudah sangat prihatin, atapnya rusak, tiang penyangganya sudah hampir roboh.
Dengan kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas hasil bumi yang ditampung menjadi rusak, tetapi juga sudah tidak memberikan keamanan dan kenyaman bagi para pekerja.
Wa Ode Rabia Al Adawia berharap agar ada program dari pemerintah untuk melakukan perbaikan bangunan dan fasilitasnya.
Selain itu, di Sulawesi Tenggara terdapat beberapa komoditas yang bisa dikembangkan oleh petani atau para pelaku usaha bahkan dapat untuk di ekspor. Hanya saja mereka masih membutuhkan dukungan pelatihan guna menghasilkan komoditas dengan mutu baik dan dapat bernilai jual.
Maka dari itu, pada saat Rapat Kerja ini ia menyampaikan kepada Kementerian Perdagangan RI agar dapat mendukung upaya ini, guna membantu para petani atau pelaku usaha di daerah. Tujuannya yaitu untuk membantu meningkatkan perekonomian petani dan masyarakat serta memajukan daerah.
Disektor Lingkungan hidup, Wa Ode Rabia melaksanakan penanaman mangrove bekerja sama dengan BPDASHL Sampara dan Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Penanaman kembali mangrove bertujuan untuk mencegah terjadinya abrasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan yang asri dan lestari.
Selain itu juga, untuk membantu lapangan kerja khususnya para petani dan nelayan kita. Mudah-mudahan mangrove yang telah ditanam ini dapat tumbuh dengan baik.
Laporan : Rustam









