TenggaraNews.com, MUNA BARAT – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meminta seluruh pemangku kepentingan pariwisata bersinergi dalam mengelola kawasan wisata di daerah masing-masing.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muna Barat (Mubar) Ali Kadirun mengatakan, untuk mencapai tujuan itu maka dilaksanakan kegiatan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata, bertempat di gedung serba guna Desa Suka Damai selama 2 hari, Sabtu-Minggu, (27-28/07/2019).
Kegiatan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata ini bertujuan untuk memahami diversifikasi produk dan dasar kepariwisataan, mengetahui dan memahami pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dan memahami tentang Sapta Pesona dan tugas pokok dari kelompok sadar wisata.
Pelatihan tersebut dibuka Wakil Bupati Mubar, Achmad Lamani.
Dalam sambutannya, Achmad Lamani mengatakan, sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pariwisata.
Dia berharap kepada pemateri dan instruktur dapat memberikan pengetahuan pada peserta, agar dapat membantu dalam menunjang pembangunan di Mubar.
“Setelah kegiatan ini, saya berharap peserta mampu menjadi duta-duta wisata Mubar serta benar-benar dapat merubah mindset berpikirnya mulai dari pola pemikiran, tingkah lakunya dan lebih menerapkan sapta pesona untuk keamanan dan kenyamanan para wisatawan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muna Barat Ali Kadirun mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini merupakan bagian dari pengelolaan destinasi pariwisata yang terstruktur dan sinergis yang mencakup fungsi koordinasi, perencanaan, implementasi secara inovatif dan sistematik.
Selanjutnya Ali Kadirun mengatakan kepada seluruh peserta pelatihan yang diharapkan bukan hanya tentang pengelolaan fisik daerah wisata yang penting, akan tetapi lebih menekankan pada tata krama masyarakat di Mubar, terkhusus di daerah-daerah wisata yang ada.
Kita bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan, kita bisa lebih kreatif, menyiapkan kuliner khas Mubar yang tidak didapatkan di daerah lain, sehingga membuat mereka tertarik untuk berkunjung lagi.
“Bahkan bisa mendatangkan para wisatawan domestik dan manca negara, olehnya itu diharapkan para peserta benar-benar serius mengikuti proses pelatihan tata kelola destinasi pariwisata ini,” pungkasnya.
Irwansyah, salah satu peserta pelatihan perwakilan desa Lasama, mengatakan sangat senang sekali bisa mengikuti kegiatan seperti ini, karena dapat memberikan pemahaman, keterampilan, pola pikir tingkah laku dalam konteks sapta pesona.
“Kami juga dapat membantu pemerintah daerah dalam hal pengelolaan destinasi wisata, paling tidak dalam hal pelayanan wisatawan yang datang berkunjung menjaga keamanan dan kenyamanan mereka,” tutupnya.
Laporan : Joni Rahim
Editor : Rustam









