TenggaraNews.Com, WAKATOBI – Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Wakatobi mendapat kucuran anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp. 4.091.800.000. Anggaran tersebut untuk pembangunan perluasan gedung fasilitas layanan perpustakaan.
Kepala Dinas Perpustakaan Wakatobi Muhlida mengungkapkan, sejak tahun 2017 lalu, telah diusulkan anggaran Pembangunan Perpustakaan kepada Perpustakaan Nasional, namun baru bisa direalisasikan pada tahu 2021 saat ini.
“Sebenarnya dari tahun 2017 kemarin itu kita sudah usulkan ke pemerintah pusat dalam hal ini Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2020 sebenarnya sudah diaktifkan namun karena ada refocusing anggaran untuk covid 19 dan baru dilanjutkan pada tahun 2021 sekarang ini,” ungkap Kadis Perpustakaan Muhlida, Rabu, 7 April 2021.
Menurutnya, pembangunan perpustakaan daerah itu sangat penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Apalagi dengan pembangunan itu, Perpustakaan Daerah Kabupaten Wakatobi sudah memenuhi Standar Nasional, sehingga diharapkan fasilitas yang ada nantinya bisa menarik minat para pembaca.
Kendati pembangunannya Standar Nasional, tentu harus didukung sarana prasarana yang memadai, ruang baca yang nyaman serta koleksi buku yang cukup.
Oleh sebab itu, Kadis Perpustakaan Muhlida menyampaikan, dengan adanya anggaran DAK tersebut, fasilitas pembangunan nantinya berupa ruang baca anak-anak, remaja, umum. Selain itu, ada juga koleksi buku untuk anak-anak remaja, anak sekolah, mahasiswa dan umum serta fasilitas lainnya sebagaimana perpustakaan Standar Nasional.
“Kemudian di situ juga nantinya ada ruang pertemuan, ruang baca outdoor di lantai duanya dan juga ada kegiatan-kegiatan masyarakat yang nantinya akan di bawa ke situ,” ujarnya.
Beberapa kegiatan masyarakat yang dimaksudkan tersebut, adanya program Perpustakaan Nasional yakni transformasi Perpustakaan Berbasis Instruktur Sosial.
Program perpustakaan Nasional tersebut dimaksudkan agar ada keterlibatan masyarakat yang mempunyai keterampilan untuk dikembangkan.
“Sekarang itu lagi giat-giatnya Perpustakaan Nasional dengan program perpustakaan berbasis Instruktur sosial. Program itu dimana melibatkan masyarakat agar mempunyai keterampilan, nah itu yang nantinya akan kita dorong,” kata Muhlida.
Laporan : Syaiful









