TenggaraNews.com, KENDARI – Bila cuaca dalam keadaan normal, untuk mencapai puncak Gunung Latimojong yang tingginya 3.478 MDPL dan turun kembali ke pos I di Desa Karangan, Kabupaten Endrekang, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dibutuhkan waktu 6 hari 5 malam.
“Pengalaman saya mendaki Gunung Latimojong pada tahun 2015, butuh waktu 6 hari 5 malam untuk melewati tujuh pos sampai dipuncak dan turun kembali ke pos 1 di Desa Karangan,” ungkap Hari Pradipta Putra, Panitia Sultra Seven Summit Expedition Pendakian Pemuda Sultra untuk Bangsa, saat ditemui di salah satu cafe di Kota Kendari, Senin malam 5 April 2021.
Tapi itu dalam kondisi cuaca normal, tidak terjadi badai, hujan lebat dan kendala lainnya, seperti sakit. Kalau terjadi kendala, bisa jadi lebih dari 6 hari. Sebab hal utama yang diperhatikan dalam mendaki gunung, faktor keselamatan jiwa pendaki.
Hari menceritakan pengalamannya, karena empat pendaki gunung asal Sultra yang tergabung dalam Sultra Seven Summit Expedition Pendakian Pemuda Sultra untuk Bangsa, saat ini sudah melakukan pendakian Gunung Latimojong, sejak hari Minggu 4 April 2021.
Pasca star di Pos I di Desa Karangan menuju pos 2 yang diperkirakan waktu tempuh 7 sampai 8 jam lamanya, panitia Sultra Sevent Summit Expedition Pendakian Pemuda Sultra untuk Bangsa yang berada di Kendari, kehilangan kontak dengan 4 pendaki gunung.
Ke 4 pendaki gunung yang saat ini bertarung menaklukkan Gunung Latimojong adalah Irawan Abdul Kadir ketua tim yang berasal dari Kota Kendari. Anggota La Ode Arif Mepdi Taruna dari Buton Utara (Butur), Wawan dari Konawe dan Hasrudin dari Wakatobi.
“Untuk menuju pos 2, sudah tidak ada signal telepon seluller. Sehingga ke empat pendaki gunung sudah tidak bisa berkomunikasi lagi dengan panitia di Kendari,” jelas Hari.
Hari yang pernah berprofesi guide para pendaki gunung, mengisahkan untuk mencapai puncak Gunung Latimojong terlebih dahulu dibuat Rencana Operasi Perjalanan (ROP).
Perjalanan dimulai dari pos 1 menuju pos 2 dengan waktu tempuh sekitar 7 sampai 8 jam. Bila berangkat pada jam 7 pagi dari titik pos 1 Gunung Latimojong, maka diperkirakan ke 4 pendaki gunung asal Sultra ini akan tiba di pos 3 sekitar pukul 15.00 Wita
Di pos 2, tim Sultra Sevent Summit Expedition Pendakian Pemuda Sultra untuk Bangsa harus istirahat menginap. Nanti keesokan harinya, baru melanjutkan perjalanan lagi.
Dari pos 2 ke pos 3, dibutuhkan waktu tempuh antara 4 sampai 5 jam perjalanan. Di pos 3, tim istirahat sejenak untuk melanjutkan perjalanan menuju pos IV yang jarak tempuhnya sekitar 2 sampai 3 jam lamanya.
Setelah istirahat di pos IV sekitar 30 menit lamanya, tim melanjutkan perjalan menuju pos V. Diperkirakan tiba menjelang Magrib atau sekitar pukul 18.00 Wita. Lama perjalanan sekitar 3 jam.
Di pos V, tim istirahat malam dan nanti keesokan paginya pendakian dilanjutkan menuju pos VI. Waktu tempuh untuk menuju pos VI sekitar 4 jam. “Di pos V tim langsung mendirikan tenda dan istirahat hingga esok harinya,” kata Hari.
Setelah tim mencapai dititik pos VI, tim istirahat sejenak untuk melanjutkan pendakian menuju pos VII. Diperkirakan tim tiba di pos VII sekitar pukul 15.00 Wita. Di pos VII, istirahat sejenak kemudian langsung menuju puncak gunung selama 30 sampai 60 menit.
“Di puncak gunung tidak bisa berlama-lama, harus segera turun lagi ke Pos VII untuk istirahat malam. Udara terasa dingin sekali. Bisa mencapai 14 derajat suhu udara. Sangat dingin sekali,” terang Hari yang sudah berpengalaman mendaki Gunung Latimojong, gunung tertinggi di Pulau Sulawesi.
Sementara itu, Andi Almu Yasir SH, Ketua Panitia Seven Summit Expedition 2021 Pendakian Pemuda Sultra Untuk Bangsa menegaskan, pendakian Gunung Latimojong adalah ajang seleksi untuk memilih pendaki yang tangguh untuk mewakili Sultra dalam menaklukkan tujuh puncak gunung di dunia.
Ke tujuh gunung yang dimaksud, yaitu Gunung Everest (Asia), Gunung Aconcagua Amerika Selatan, Gunung McKinley Amerika Utara, Gunung Kilimanjaro Afrika, Gunung Elbrus Eropa, Gunung Vinson Massif Antartika dan Puncak Jaya Indonesia.
“Karena ini membawa nama daerah Sultra ke dunia internasional, tentu kami berharap dukungan penuh pemerintah daerah maupun pihak-pihak lainnya,” tutup Almu.
Laporan : Rustam









