TenggaraNews.com, KENDARI – Koordinator Presidium Forum Pemerhati Tambang (Format) Sulawesi Tenggara (Sultra), Jaswanto meminta Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk bersikap tegas dan menyelidiki dugaan terhadap bawahan yang menjadi beking para penambang ilegal.
“Bapak Kapolri jangan hanya membasmi aksi premanisme di pasar saja, sebaiknya turun langsung ke Sultra sisir para penambang ilegal yang disinyalir dapat beking dari anggota nakal, ” ujar Jaswanto, Sabtu 19 Juni 2021.

Jaswanto SH
Advokat muda di Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) itu juga meminta Kapolri, untuk mengusut dugaan aliran dana dari penambang ilegal yang terindikasi masuk ke kantong para oknum kepolisian, serta di pidanakan jika terbukti bersalah membekingi para penambang itu.
“Secepatnya Bapak Kapolri mengusut segala indikasi aliran dana para penambang ilegal kepada bawahannya serta memberikan sanksi pidana bagi oknum yang terbukti bermain tambang ilegal,” harapnya.
Salah satu yang menjadi fokus perhatian dari Forum Pemerhati Tambang (Format) adanya aktivitas pertambangan di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, di salah satu lahan izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi PT Mining Maju seluas 227 Ha. Dimana diketahui IUP tersebut telah berakhir.
Berdasarkan penelusuran pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), PT Mining Maju diketahui milik Begin Bustam Titing sebagai Direktur Utama. Seiring berjalannya waktu ditahun 2021 ini, aktivitas di areal tersebut digarap secara ramai-ramai oleh kontraktor mining.
“Dalam waktu dekat ini, kami akan laporkan secara resmi karena jika dibiarkan secara terus menerus tentu akan semakin besar kerugian negara serta kerusakan kawasan hutan semakin meluas,” tutup Jaswanto.
Sementara itu, Begin Bustam Titing Direktur PT Mining Maju yang dihubungi melalui pesan whatsapp, tidak memberikan penjelasan terkait IUP explorasi yang telah berakhir.
Sejak Sabtu 19 Juni 2021, sekira pukul 15.41 WITA sampai hari Minggu 20 Juni 2021 pukul 12.30 WITA, tidak ada tanggapan dari Begin Bustam.
Berkali-kali dihubungi, baik melalui pesan WhatsApp maupun telepon, Begin Bustam tidak direspon.
Laporan : Rustam









