TenggaraNews.com, KENDARI – Melalui rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka wisuda ke III STIKES Karya Kesehatan Kendari dan Wisuda ke XV Akper PPNI Kendari Tahun Akademik 2017/2018, ratusan wisudawan/wisudawati resmi di yudisium, Selasa 6 November 2018 di Grand Clarion Hotel dan Convetion Kendari.
Dari total 179 wisudawan/wisudawati yang menjalani yudisium hari ini, 128 diantaranya merupakan peserta didik STIKES Karya Kesehatan, dan 51 orang dari Akper PPNI Kendari.
Sekretaris Lembaga Layanan Dikti Wilayah IX, DR. Hawignyo mengatakan, lahirnya ratusan wisudawan/wisudawati itu merupakan kontribusi yang luar biasa dari lembaga pendidikan swasta, dan hal ini sangat berarti pula dalam pengembangan SDM.
Disebutkannya, saat ini terdapat lebih dari 4000 perguruan tinggi di Indonesia, dan sekitar 3200 perguruan tinggi yang berada di bawah Kemenriset Dikti. Kendati demikian, hanya 122 saja yang berstatus negeri. Jadi, ratusan lembaga pendidikan swasta turut memberikan kontribusi dalam pengembangan SDM.
“Ada tiga hal penting yang dipersiapkan dalam menghadapi situasi saat ini, yakni harus bisa menghadapi dunia yang saat ini terus berkembang, mengusai informasi dan teknologi serta menguasai bahasa asing,” terangnya.
Diakhir sambutannya, Hawignyo menekankan, agar para wisudawan/wisawati bisa bergerak sendiri, dan memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja, sehingga bisa terbentuk kemandirian. Olehnya itu, Sekretaris LL Dikti Wilayah IX ini juga mengajak yayasan untuk mempersiapkan luluasan perguruan tinggi dengan penguasaan bahasa asing yang memadai.
“Kalian (wisudawan/wisudawati) harus bisa menciptakan lapangan kerja. Kan bisa mengembangkan home care,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekprov Sultra, Syarifuddin Safaa mengungkapkan, pendidikan merupakan modal dasar dan harga mati buat seluruh masyarakat Indonesia. Menurut dia, pendidikan bukan hanya soal ilmu dan teknologi, melainkan menyangkut tabiat atau sikap dalam menerapkan ilmu tersebut.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh wisudawan/wisudawati yang hari ini diyudisium. Memang sangat berbahagia ketika bisa menyelesaikan studi, kendati demikian hal ini bukanlah akhir dari semua perjuangan kalian,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sekprov Sultra menjelaskan, ratusan wisudawan/wisudawati ini semakin memperkaya SDM di Sultra. Selain itu, pembangunan sektor Kesehatan di Sultra terus berkembang dengan baik dan memadai. Olehnya itu, harus didukung dengan tenaga kesehatan yang berkualitas.
Pihak STIKES Karya Kesehatan dan Akper PPNI Kendari memberikan reward terhadap sembilan wisudawan/wisudawati terbaik yang berhasil meraih IPK tertinggi. Tiga diantaranya berasal dari Program Studi (Prodi) S1 keperawatan, tiga orang lainnya dari Prodi SI gizi dan tiga orang dari Prodi DIII keperawatan. Adapun hadiah yang diberikan berupa bantuan beasiswa dalam bentuk tabungan. (Ikas)









