TenggaraNews.com, JAKARTA – Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) seluruh Indonesia mengadakan muktamar di Jakarta Islamic Centre (JIC) selama tiga hari, yakni mulai Jumat 25 Januari 2019 sampai dengan hari Ahad 27 Januari 2019.
“IPIM didirikan sebagai wahana untuk memberdayakan para imam masjid dan musholla seluruh Indonesia. Para imam Masjid dan musholla jumlahnya 3 juta orang yang beragam latar belakang keilmuan dan ekonominya,” jelas Muhammad Ningram, Ketua Panitia Muktamar IPIM.
“Para peserta muktamar akan dibekali bagaimana mengelola masjid dan musholla sehingga masjid dan musholla benar-benar tempat yang aman, nyaman dan menyenangkan untuk beribadah dan berinteraksi bagi jamaahnya” tambah Nigram.
Tujuan diadakan muktamar ini adalah pemilihan pengurus IPIM, meninjau AD/ART, dan menetapkan program 5 tahun mendatang. Peserta yang hadir 200 orang berasal dari pengurus pusat, pengurus wilayah dan pengurus cabang.
IPIM didirikan pada tahun 2013 dengan ketuanya almarhum KH Musthofa Ya’kub. Organisasi ini non politis dan independen tidak berafiliasi ke salah satu organisasi keagamaan dan organisasi politik tertentu, berazaskan Islam dengan dasarnya Pancasila dan UUD 1945.
Rencananya, Muktamar IPIM akan dibuka oleh wakil Presiden Yusuf Kalla di Istana Wakil Presiden pada hari jumat 25 Januari 2019 pukul 16.00 WIB, kemudian musyawarah dan rapat dilaksanakan di JIC.
Kepala Devisi Takmir Badan Managemen JIC, Maarif Fuadi menyambut baik pelaksanaan maktamar IPIM di JIC dan berharap bisa memilih ketua IPIM yang kapabel.
Sementara itu, Kepala Sekretariat JIC, Ahmad Juhandi berharap agar muktamar ini benar-benar menghasilkan keputusan yang bisa mengangkat harkat dan martabat para imam masjid dan musholla.
“Sehingga ummat merasa diayomi para imam,” harapnya.
(Miftahul Huda)









