TenggaraNews.com, KENDARI – Sebelum Agista Ariany, istri Ali Mazi Gubernur Sultra menghembuskan nafas terakhir di ruangan Super VIP RS Bahteramas Kendari, sekira pukul 17.35 Wita, Selasa 13 Juli 2021, informasi yang berhasil dihimpun, dia pernah melakukan perjalanan di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Ini dapat dilihat dari akun facebook Agista saat memposting tiktok pada tanggal 21 Juni 2021, pada pukul 23.26. Dalam postingan itu, Agista terlihat duduk di salah satu tempat, yang diduga lokasinya di Surabaya.
“Setelah pulang dari luar kota, sempat komunikasi dengan adik saya. Almarhumah bilang bahwa dia kondisi batuk,” kata Rujuwati Harun Ketua PW IPEMI Sultra via telepon.
Kemudian menjelang kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 30 Juni 2021, dalam rangka memantau program vaksinasi Covid19 secara serentak, Agista tidak terlihat di publik.
Padahal biasanya, Agista selalu mendampingi Ali Mazi Gubernur Sultra dalam menerima kunjungan kepala negara RI di bumi anoa.
Sejak itulah, muncul kesimpangsiuran informasi mengenai keberadaan Agista. Spekulasi muncul bahwa ketua Dekranas Sultra ini terpapar covid19. Kuat dugaan, paparan covid19 ini setelah melakukan perjalanan dari luar Kota Kendari.
Dinas Kominfo Sultra, Ridwan Badalla sempat bersiteru dengan media online karena pemberitaan Agista yang disebutkan dalam kondisi kritis.
Ridwan kemudian merilis, bahwa Agista dalam kondisi baik-baik saja. Namun setelah tersiar kabar Agista meninggal dunia, Ridwan belum memberikan keterangan kepada jurnalis.
Laporan : Rustam









