TNC, KENDARI – Aksi protes penerapan uang pangkal terhadap mahasiswa baru (Maba) hasil Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) 2017, di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, kembali digelar ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UHO, Rabu (12/7/2017).
Aksi unjuk rasa tersebut kian memanas, saat demonstran melakukan pembakaran ban bekas dan sejumlah kursi, sebagai bentuk kekecewaan, karena tak ada satu pun perkwakilan UHO yang menemui mereka.
Parahnya lagi, salah satu massa aksi dipukuli oknum tak dikenal, sehingga memancing rekan pengunjuk rasa lainnya. Akibatnya, korban mengalami luka sobek dibagian mulut, dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Meski didesak agar keluar menemui demonstran, untuk memberikan penjelasan terkait penerapan uang pangkal yang nominalnya dinilai tak rasional, dan sangat membebankan para peserta didik baru. Akan tetapi, Plt Rektor UHO Prof Supriadi rustad, beserta para Wakil Rektor enggan keluar menemui mereka. Alhasil, massa aksi yang mulai geram kemudian menginstruksikan kepada seluruh staf rektorat, agar keluar dari Gedung karena kantor tersebut akan disegel.
‘Semuanya keluar sekarang cepat, karena kami akan Rektorat UHO, menyegel Gedung ini menggubakan rantai besi, ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHO, Laode Tandowuna, Rabu (12/7/2017).
Untuk diketahui, penarikan uang pangkal itu dinilai memberatkan Maba beserta keluarganya, karena tidak melalui evaluasi ataupun survei terhadap kemampuan peserta didik. Jumlahnya bervariasi dari yang terendah yakni Fakultas Ilmu Budaya sebesar Rp 1 juta, dan tertinggi Rp 450 juta untuk Fakultas Kedokteran.
Laporan : Arsenio Abqari
Editor: Ichas Cunge








