TenggaraNews.com, MUNA – Keluarga almarhum Immawan Randi dibuat geram dengan tulisan Kabag Pembangunan Kabupaten Muna, Kudus Muharram di beranda facebook miliknya.
Bagaimana tidak, melalui akun facebook miliknya, pejabat di lingkup Kabupaten Muna tersebut menulis status kontroversial dan melukai keluarga mahasiswa UHO Kendari, asal desa Lakarinta yang meninggal saat berunjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Sultra beberapa waktu lalu.
Dalam beranda akun milik Kudus Muharram yang ditulisnya sekira pukul 12.07 Wita, pemilik akun tersebut mengatakan “ Yang meninggal ini Mati memperjuangkan kebenaran atau mati krn tawuran dengan bungkusan demo..???”.
Tulisan yang seakan menyudutkan kedua mahasiswa yang kini telah tiada itu, sontak membuat keluarga almarhum Immawan Randi geram.
Salah satu keluarga almarhum Randi, Ichal Ode Soe menantang Kabag Pembangunan untuk fight, seraya memberikan pilihan kepada Kudus Muharam untuk menggunakan apapun dan memilih lokasinya.
Selain itu, Ia juga meminta kepada Bupati Muna, LM. Rusman Emba untuk mencabut jabatan yang diberikan kepasa Kudus Muharam.
Menurutnya, sekelas pejabat pemerintahan seperti yang bersangkutan seharusnya menjadi cooling system ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Muna. Tidak membuat tulisan yang menjadi perdebatan di Medsos, apalagi saat ini keluarga lagi dalam masa berkabung.
“Saya sebagai sepupu dua kali almarhum tidak terima dengan pernyataan Kudus Muhurram. Pernyataan itu seakan menusuk-nusuk jantung kami sebagai keluarga,” ucapnya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu 29 September 2019.
Ichal yang saat ini masih berada di Kendari mengecam tulisan tersebut, begitu pula terhadap keluarga korban yang saat ini masih berada di luar Kota Muna.
“Keluarga yang ada di Papua, Jakarta dan daerah lainnya sudah menelpon saya menanyakan kebenaran tulisan tersebut, dan saya katakan bahwa itu benar. Dia tulis kemarin, makanya saya unggah video di Fb untuk menantangnya duel,” katanya.
Walau tulisan tersebut kini telah di hapus dari beranda akun Kudus Muhurram, namun beberapa netizen telah menscrenshoot dan mencaption kembali di Medsos yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan dan cacian.
Laporan: Phoyo









