DIUSIA SENJA, Samaila Daeng Gading memilih tinggal sendiri di gubuk berukuran 3×2 meter yang terletak di Kelurahan Lamokato, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Di gubuk yang jauh dari layaknya sebuah tempat tinggal, di sinilah dia mengolah jualan es krim tradisional atau warga setempat menyebutnya es tonton, setiap hari. Hasil olahannya itu kemudian dijual dengan berkeliling Kota Kolaka. Dari hasil jualan kelilingnya inilah menjadi sumber penghidupan sehari-hari.
Di gubuk inilah Daeng Gading menghabiskan waktunya

Kisah Daeng Gading berjuang untuk mempertahankan kelangsungan hidup, penuh cerita yang memilukan. Wartawan TenggaraNews.com yang bertugas di wilayah Kabupaten Kolaka dan sekitarnya mengulas kisah kakek ini.
Pria paruh baya berusia 88 tahun yang sempat viral di media sosial itu, bernama Samaila Daeng Gading. Di usia tuanya tak menyurutkan semangatnya untuk mencari secercah rezeki demi menyambung sisa umurnya.
Baginya tinggal di gubuk sempit berukuran 3×2 meter persegi milik keponakannya, bukan menjadi faktor penghalang. Meski gubuk tersebut tidak nyaman untuk beristirahat, namun karena sudah terbiasa, maka baginya sangatlah tepat kata pepatah Gubukku Istanaku.
Bapak dari tiga anak yang kini tak bersamanya lagi adalah warga dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Setelah istri tercintanya meninggal dunia, Daeng Gading menghabiskan masa sendirian dengan merantau ke berbagai daerah.
Daeng Gading pernah tinggal di Kota Makassar untuk mencari nafkah. Setelah itu tinggal di Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) selama berpuluh-puluh tahun hingga ia memutuskan merantau ke Kota Kolaka, tepatnya di Kelurahan Lamokato. Di Kolaka, dia sudah tinggal selama 4 tahun.
Untuk menyambung hidup di Kota Kolaka, Daeng Gading mencari nafkah dengan jualan es krim tradisional alias es tonton. Meski usianya sudah mendekati angka 90 tahun, dia masih kuat mengayuh sepedanya berkeliling ke lorong-lorong menjajakan dagangan es tontonnya.
Tempat yang paling dia suka mangkal jualan es tonton di pertigaan Jalan Akper Kota Kolaka. Di sudut jalan inilah Daeng Gading sering ditemui. Maklum, pelanggan jualan esnya sudah banyak dan sudah mengenalnya dengan baik.
Tak sedikit orang yang membeli daganganya merasa empati dan peduli kepadanya. Daeng sering menerima bantuan dari orang-orang yang berhati baik.

“Saya biasa kalau jualan es, tiba-tiba ada orang singgah dan memberi saya uang, biasa juga beras dan sembako lainnya,” kata Daeng Gading yang hanya fasih berbahasa daerah Bugis.
Sementara itu, kerabat Daeng Gading, Asis (52) menuturkan sejak 4 tahun lalu pindah ke Kolaka. Selama di Kolaka, Daeng Gading selalu berpindah-pindah tempat tinggal. Meskipun memiliki anak tinggal di Muara Perumahan Biru, Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka, namun Daeng Gading lebih memilih tinggal di gubuk kecilnya yang berukuran 3×2 meter persegi
Kata Asis, Daeng Gading sempat tinggal bersamanya, hanya saja karena di rumahnya banyak orang sehingga terkesan berisik. Sama halnya dengan di rumah sang anak yang dinilainya berisik, ia kemudian tinggal sendiri di gubuk yang dibangun oleh Asis tepat di belakang rumahnya.
Sementara gubuk itu ia bangunkan dari sisa-sisa bahan seperti seng dan balok dari rumahnya. Kekurangan bahan untuk mendirikan gubuk, Daeng Gading membelinya sendiri dari uang yang diberikan orang lain.
Asis juga bercerita, sepeda yang digunakan oleh Daeng Gading berjualan es merupakan sepeda bekas yang ia beli sendiri. Sepeda itu perbaiki agar bisa digunakan oleh Daeng Gading untuk berjualan.
“Daeng Gading mau beli sepeda hanya saja uangnya tidak cukup ketika itu, karena saya sedih lihat hanya diam diri tidak bekerja, jadi saya berinisiatif bantu pakai uang saya untuk beli sepeda itu,” ungkap Asis.
Ia menuturkan bila Daeng Gading tidak bisa hanya berdiam diri di rumah. Ia sudah terbiasa bekerja. Sehingga, ia pun membantunya menyediakan transportasinya dalam berjualan.
Melihat kondisi kehidupan Daeng Gading yang memilukan ini, Pemerintah Kabupaten Kolaka sudah selayaknya memberikan perhatian. Semoga..
Laporan : Deriyanto
Editor : Rustam









