TenggaraNews.com, WAKATOBI – Kunjungan wisatawan manca negara (Wisman) ke Wakatobi akhir-akhir ini menurun. Belum diketahui pasti penyebabnya, namun diduga ini terkait fasilitas dan adanya kebiasan pesta minuman keras (Miras).
Meski demikian, pihak Imigrasi tetap mengupayakan pelayanan yang nyaman dan aman kepada para pengunjung dari manca negara yang menyempatkan diri berkunjung ke salah satu Daerah Top Ten Destinasi Pariwisata Nasional Kabupaten Wakatobi.

Kepala Imigrasi Wakatobi, Dorhan mengungkapkan, pendataan imigrasi dari bulan Januari sampi dengan Juli 2019, wistawan mancanegara yang memperpanjang izin tinggal sebanyak 96 orang ditambah 16 orang tenaga kerja asing dari Wallacea.
“Kalau data yang ada sama kita ini, 16 tenaga kerja asing yang di Wakatobi Dive Resort (WDR), dan 96 kunjungan warga negara asing tapi sebagian juga sudah pulang. Kemarin mahasiswa-mahasiswa yang datang berkunjung mau lihat karang yang ada di Yayasan Wallacea,” ungkap Kepala Imigraai Wakatobi, Dorhan saat diwawancarai diruang kerjanya Kamis (22/8/2019).
Kurangnya wisatawan asing juga disinyalir dinamika sosial yang terkadang membuat wisatawan asing tidak merasa nyaman, seperti kebiasaan-kebiasaan yang menghambat jalur jalan, adanya pesta-pesta miras yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat dan belum memadainya fasilitas pelayanan.
Selain itu Dorlan menuturkan, kunjungan Wisman selama dirinya sembilan bulan bertugas di Waktobi, tidak seramai dulu yang menurut informasinya hingga mencapai ribuan. Iapun berpikir mungkin pada persoalan fasilitas.
“Mungkin persoalan fasilitas juga kali ya, Saya dengar dulu rame, sekarang ini yang memperpanjang cuma 10 orang, 12 orang,” tuturnya.
Sebagai Kepala Imigrasi, Dorlan menyampaikan, fungsi imigrasi ada empat, yakni sebagai pelayanan masyarakat, penegakan hukum, keamanan negara dan fasilitator pembangunan ekonomi. Sehubungan dengan hal tersebut, Dorlan bertekad untuk memperlihatkan etalase Wakatobi dan menargetkan Wakatobi menjadi terunik dari yang unik.
Maka dari itu, Dorlan selalu melakukan inovasi untuk tetap memberikan pelayanan yang maksimal, misalnya dengan membuatkan ayunan-ayunan sederhana pada area kantor imigrasi, dengan maksud agar para Wisman tidak menjadi bosan dan merasa senang berkunjung ke Wakatobi.
“Kalau perlu gimana caranya supaya mereka lebih lama di sini, dan ini yang perlu dijaga adalah keramahan,” ucap Dorlan.
Laporan : Syaiful
Editor : Rustam









