TenggaraNews.com, JAKARTA – GMNI mengecam dan mengutuk keras pelaku teror bom atas nama apapun. Dan menyampaikan duka sedalamnya terhadap para korban. Hal tersebut diungkapkan Ketua Presidium GMNI, Wonder Infanteri.
Menurut dia, teror merupakan tindakan yang keji, tercela dan tidak manusiawi. Tindakan teror adalah musuh bagi segenap anak bangsa dan harus segera dihentikan.
“Bom hari ini, yang terjadi pada pagi hari di Surabaya, adalah cerminan dari kelalaian berbagai pihak. Baik, pemerintah maupun masyarakat, sekiranya sebagai sebuah elemen yang tak terpisahkan, haruslah sedini mungkin bahu membahu untuk mencegah terjadinya tindakan teror, ujarnya.
Kejadian ini, kata Wonder, dapat menjadi refleksi bagi semua pihak, agar lebih waspada dan pro-aktif terhadap gerak tindak tanduk dari oknum-oknum yang dianggap mencurigakan. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari dapat sedini mungkin mendeteksi serangan dan ancaman pelaku teror.
Negara, lanjutnya, dalam hal ini pemerintah dan aparat keamaman haruslah menindak tegas para pelaku, dan mengevaluasi secara serius kelalian yang mengakibatkan terjadinya peristiwa teror pagi ini. Negara harus menjamin perlindungan terhadap segenap masyarakat seperti tertuang dalam UUD 1945.
Lebih lanjut, Wonder menyoroti dua hal pasca peristiwa duka ini. Pertama, Persidium GMNI melihat peristiwa duka ini menjadi ujian bagi semua sebagai satu bangsa, yang sudah sangat individualisme. Semangat gotong royong harus kembali digalakan sebagai counter tehadap paham radikalisme dan terorisme. Sehingga gerakan teror dapat tereduksi secara masive.
Kemudian, yang kedua, Presidium GMNI menyoroti kinerja pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan yang harus segera dievaluasi total, sehingga mampu menjamin keamanan dan tidak terulangnya peristiwa teror dikemudian hari.
Selain itu, Presidium GMNI juga menanggapi terbelahnya argumentasi masyarakat dalam media sosial terhadap persitiwa duka ini, pihaknya mendorong elemen netizen agar stop untuk saling menyalahkan, saling mencurigai dan anasir-anasir negatif lainnya yang bersifat meresahkan dan menghasut.
“GMNI mengajak seluruh masyarakat agar selalu waspada dan berkonsentrasi terhadap lingkungan disekitar, karena pelaku teror dan radikalis bisa saja ada disekitar kita,” jelasnya.
Laporan: Odet
Editor: Ikas Cunge









