TenggaraNews.com, MUNA – Dengan semangat Kebangsaan, seluruh Warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Raha turut berpartisipasi pecahkan rekor Muri dengan mengikuti Tarian Kolosal “ INDONESIA BEKERJA, INDONESIA JAYA” melalui Teleconfrence dengan menggunakan aplikasi Zoom yang serentak dilaksanakan seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia dengan total peserta lebih dari 200 ribu orang.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 Wita tersebut diikuti seluruh warga binaan, tahanan dan petugas.
Bukan hanya sekedar tari tapi lagu Indonesia bekerja yang diciptakan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Permasyarakatan Kemenkumham RI Dr. Sri Puguh Budi dan tariannya di koreografi secara baik oleh warga binaan permasyarakatan Lapas perempuan Jakarta merupakan semangat permasyarakatan Kemenkumham untuk mendukung visi-misi pemerintah.
Kepala Lapas Kelas II B Raha LM. Masrul, mengatakan, pemecahan rekor MURI dilaksanakan serentak di seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia yang dipusatkan di Lapas Tangerang, di mana kegiatan tersebut sebagai bentuk bukti nyata pembinaan kepribadian warga binaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI Ke-74.
“Sesuai dengan visi-misi bapak Presiden RI bahwa tarian ini menggambarkan semangat bekerja dan pantang menyerah, jadi semua warga binaan dan Lapas dilibatkan, sementara untuk latihan kami telah lakukan seminggu sebelum hari H,” paparnya, Kamis (15/5/2019).
Ditambahkannya sebagai kepala Rutan kelas II B Raha sangat bersyukur kepada semua petugas dan warga binaan yang begitu antusias untuk mengikuti senam tari kolosal. Dengan kegiatan tersebut pula dapat menyatukan seluruh petugas Permasyarakatan dengan warga binaan.
“Sebenarnya kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan Kemenkumham dengan berbagai rangkaian untuk agenda pemecahan rekor MURI menyambut kemerdakaan RI, tahun lalu juga telah dilakukan namun beda konsep dengan tahun ini, ” ungkapnya
Diharapkannya kepada seluruh warga binaan Rutan kelas II B Raha apabila bebas nanti dapat diterima oleh masyarakat dan lingkungan keluarga.
”Kami semua berharap setelah mereka keluar dari sini agar menjadi pribadi yang yang lebih baik dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat dan lingkungan keluarga, ” tutup Mantan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Narkoba Makassar.
Laporan : Phoyo
Editor : Rustam









