TenggaraNews. Com, WAKATOBI – Wa Daniha petempuan usia 60 tahun asal Desa Wungka, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi berteriak dengan nada serius sambil memegang pengeras suara di tengah kerumunan warga lainnya, mimik muka lesuhnya seolah menandakan pasrah ditengah perjuangan meminta pemerintah daerah untuk menurunkan tarif air PDAM.
” Kami datang ke sini untuk meminta agar tarif PDAM diturunkan, karena kami ini bukan orang mampu, ” tuturnya dalam bahasa daerah (wanci) pada Senin, 23 Februari 2026.
Diusianya yang sudah berkepala 60 tahun itu, Wa Daniha bekerja sebagai seora Petani.
Ia menceritakan, sebelumnya pembayaran air PDAM setiap bulanya rata-rata Rp.10.000,00, namun setelah ada kebijakan naiknya tarif, kini terpaksa ia harus membayar tiga kali lipat.
“Dulu itu kadang sepuluh ribu. tapi sekarang waktu saya bayar kemarin uang seratus ribu di kembali tiga puluh lima ribu, ” ucapnya sambil mengusap keringat di dahinya.
Dirinya yang mengangap sebagai masyarakat kelas ekonomi bawah itu, merasa tidak mampu dengan kebijakan yang dinilai sepihak dari pemerintah daerah, ia merasa dirugikan, apalagi penampungan bak air yang disalurkan ke kota berada di Wilayah kediamannya yaitu didesa Wungka.
Protes itu kemudian disambut oleh Wakil Bupati Wakatobi Safia Wualo bersama sekda Nadar dan Dirut PDAM Amin.
Tanggapan awal disuarakan oleh Nadar, katanya kenaikan tarif merupakan kebijakan bupati yang disesuaikan dengan regulasi yang sudah ada sejak dulu.
” Kebijakan itu lahir sebenarnya itu juga untuk kepentingan masyarakat Wakatobi, sebab boleh jadi bapak-bapak belum mengetahui latar belakang lahirnya kebijakan itu, ” ungkap Nadar sambil goyang-goyangkan tanganya didepan pintu masuk ruangan Kantor Daerah.
Penyampaian mantan Kadis Pariwisata itu. rupanya belum nyambung dengan keinginan masyarakat, sontak penjelasan itu mendapat teriakan ejekan dari masyarakat yang protes itu.
“Kami hanya minta Kebijakan pemerintah untuk menurunkan tarif pembayaran air, masa sih ada aturan yang tidak berpihak kepada rakyat, ” teriak suara komplain Warga.
Hingga berakhirnya aksi Protes itu, tak ada titi terang, pada intinya masyarakat meminta tarif pembayaran Air di turunkan karena itu dangat memberatkan masyarakt setempat.
Laporan : Ful
Editor ; Tam









