TenggaraNews.com, KENDARI – Ramadhan tahun ini memberikan nuansa baru bagi masyarakat Sultra pada umumnya, dan khususnya masyarakat Kota Kendari. Sebab, moment ini merupakan kali pertamanya Masjid Al-Alam dimanfaatkan untuk pusat kegiatan amaliah Ramadhan.
Pj. Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi berharap, agar masjid yang menjadi icon baru Sultra, dapat mewujudkan masyarakat religius dan menambah kekhusyuan jamaah dalam menunaikan ibadah di bulan suci ini.
“Situasi dan kondisi masyarakat Sultra sangat kondusif dalam keberagaman, namun kita harus mencermati gerakan radikalisme dan terorisme, yang mengatasnamakan agama yang dipakai memecah belah bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sultra,” ujarnya.
Olehnya itu, perlunya peran dari pemuka agama dalam memberi pemahaman tentang agama secara utuh dan menyeluruh, untuk lebih meningkatkan kasih sayang dan rasa persaudaraan antar sesama manusia.
Teguh juga mengimbau, agar seluruh element masyarakat di bumi anoa, turut menyukseskan Pilkada Sultra 2018 yang kondusif dan damai. Sukseskan Pemilu serentak 2019, serta memcegah, tangkal, lawan terorisme dan radikalisme.
“Untuk mewujudkan semua itu, maka harus menaalnamkan nilai-nilai pancasila dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, saya juga mengajak seluruh pihak untuk memakmurkan Masjid Al-Alam ini, dan kembangkan sebagai pusat berbagai kegiatan masyarakat,” imbaunya.
Menurut dia, Ramadhan adalah bulan yang penuh hikmat. Karena menjadi moment pertama kalinya Al Quran diturunkan, bulan yang diwajibkan untuk berpuasa, bulan pahala dilipatgandakan, dan bulan Lailatul Qadar-malam seribu bulan.
“Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: andaikan umatku mengetahui akan bulan Ramadhan, maka mereka pasti menginginkan selama 1 tahun itu seluruhnya bulan Ramadhan,” jelas Teguh, Senin 21 Mei 2018 malam.
Pj. Gubernur Sultra ini menambahkan, kesempurnaan ibadah puasa dapat dicapai secara optimal, bila bisa memaknai puasa dengan benar.
Puasa, kata dia, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan semua godaan duniawi yang biasa dilakukan oleh panca indra. Puasa membentuk manusia yang mampu mengoptimalkan kontrol diri.
Selain itu, lanjutnya, puasa juga sebagai momentum ujian keimanan, dimana hanya dirinya dan Allah SWT yangg mengetahui (ibadah sirriyyah). Rahasia antara manusia dengan Al-Khaliq. Melalui ibadah puasa, akan melahirkan manusia-manusia yang memiliki al-hasasiyyah al-ijtima’iyyah (kepekaan sosial yang tinggi) karena saat itu kita dapat merasakan penderitaan sesama yang menahan lapar dan haus.
Laporan: Muhamad Isran









