TenggaraNews.com, KONAWE – Pengukuhan dan Musyawarah I Ikatan Keluarga Besar Dawua (IKBD) terselenggara dengan sukses dan meriah, Minggu 27 Desember 2020, di Balai Desa Toolawawo, Kecamatan Lalonggasumeetto, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pertemuan keluarga ini dihadiri oleh seluruh keturunan Almarhum Dawua, mulai dari cucu, cicit, canggah (sebutan untuk keturunan ke empat) dan wareng (sebutan keturunan ke lima).
Musyawarah silsilah keluarga yang diselenggarakan oleh generasi ke empat dari Almarhum Dawua tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satunya pembentukan struktur kepengurusan.
Struktur kepengurusan ditentukan secara aklamasi, yang terdiri dari Ketua Umum diberikan kepercayaan kepada Yulius, Sekertaris Umum, Muh. Safriansyah. MS dan Hj. Listiana sebagai Bendahara.
Dalam sambutannya, Yulius mengungkapkan, bahwa musyawarah I IKBD ini merupakan moment yang sangat ditunggu-tunggu penyelenggaraannya.
Sebab, kata dia, semua keturunan moyang mereka (Almarhum Dawua) masih banyak yang tidak saling mengenal, serta tersebar di beberapa kabupaten/kota yang ada di Sultra.
“Kegiatan ini sangat kami rindukan, karena jujur saja banyak keluarga dan keturunan dari moyang kami Almarhum Dawua yang sampai hari ini tidak saling mengenal dan tersebar di kabupaten lain. Sehingga dari kegiatan ini, kami pun bisa saling mengenal dan mengetahui keluarga-keluarga kami yang tidak pernah kami temui, ” ungkapnya.
Olehnya itu, Yulius berharap, seluruh keluarga yang sudah saling bertemu, bisa mempererat tali persaudaraan dan silaturhami antar keluarga.
“Saya berharap setelah kegiatan ini, semua keluarga bisa saling komunikasi dan kita juga sepakat untuk mengagendakan pertemuan-pertemuan dalam keluarga, agar ikatan persaudaraan serta kekeluargaan kami tetap kuat dan terjaga harmonis, ” papar Yulius.
Di tempat yang sama, Sekretaris Umum IKBD, Muh. Safriansyah, MS, mengucapkan terimakasih kepada seluruh keturunan dari moyang mereka yang telah menyempatkan diri untuk hadir dalam acara tersebut. Walaupun sebagian dari mereka berasal dari beberapa kabupaten/kota yang ada di Sultra, masih bersedia meluangkan waktu untuk hadir.
“Terimakasih kepada semua keluarga yang telah hadir dalam kegiatan ini, saya sangat bangga dengan semua keluarga, walaupun banyak yang tersebar di luar daerah, tapi bisa hadir dan datang jauh-jauh untuk turut berpartisipasi di pengukuhan dan musyawarah I IKBD, sekali lagi saya ucapkan terimakasih, ” ucapnya.
Lebih lanjut, pria yang populer dengan sapaan Bang Andi ini menjelaskan, kesepakatan dan terbentuknya IKBD merupakan wujud solidaritas dari tiga mentor, yang berinisiatif untuk menyelenggarakan musyawarah itu. Sehingga dengan niat dan usaha mereka, terlahirlah sebuah gagasan yang dinamakan Ikatan Keluarga Besar Dawua.
“Alhamdulillah, awalnya ini saya bersama pak Yulius dan Hj. Listiana menginisiasi pembentukan ikatan keluarga ini, dan akhirnya bisa tercapai dan kegiatan ini berjalan dengan lancar, ” jelasnya.
Tak hanya itu, Ketua PP FPRN ini juga berharap, IKBD seyogyanya mampu berperan untuk menghadapi setiap persoalan dalam keluarga besar Dawua.
“Nah, IKBD ini juga akan dijadikan sebagai motor penggerak, guna lebih menghidupkan lagi sendi-sendi kehidupan beragama dan berbudaya, dengan mengedepankan adat istiadat dalam menyelesaikan masalah-masalah keluarga, ” kata Andi.
Selain itu, IKBD juga akan dijadikan sebagai wadah tempat berembuk, serta menggali sejarah silsilah keluarga orang-orang tua mereka, dan untuk mencari tahu tentang keberadaan makam-makam orang tua moyang dari keluarga besar ini.
“Sehingga kedepannya juga, IKBD ini akan dilengkapi dengan legalitas hukum dan nantinya kita akan menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADRT). Kemudian melalui kesempatan ini juga, saya mengimbau dan mengajak para keluarga dimanapun berada dan merasa masih dari garis keturunan Dawua, dapat menhubungi kontak kami di nomor 085342406197, ” jelasnya.
Untuk diketahui, selain melaksanakan pengukuhan dan musyawarah I IKBD, acara itu juga dirangkaikan dengan pembagian Sembako kepada 29 orang tua mereka (turunan Dawua), yang diserahkan langsung oleh PT. Media Amanah Sultra dalam hal ini Muh. Safriansyah, MS selaku Komisaris portal media online itu.
Laporan: Muh. Beni









