TenggaraNews.com, KENDARI – Omzet penjualan pedagang telur ayam di Pasar Basah Mandonga, Kota Kendari, turun drastis sejak adanya pandemi Covid-19.
Hal ini diakui Iksan, salah seorang pedagang telur ayam, saat dikunjungi relawan Aku Sahabat Rakyat (ASR) Kota Kendari dengan Dewan Pembina Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.
“Sejak pemerintah terapkan PPKM karena ada Corona, penjualan berkurang dan harga telur pun ikut turun,” kata Iksan pada Sabtu, 9 Oktober 2021.
Sebelum ada wabah Covid-19, omzet penjualan dikisaran Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per hari.
Tapi sejak ada pandemi Covid-19, penjualan hanya Rp 200 ribu sampai Rp 300 per hari. “Jauh sekali bedanya pak. Tapi mau diapa, kami tetap harus berjualan sebab ada tanggungan keluarga,” ujarnya.
Menanggapi kondisi yang dialami beberapa pedagang telur ayam di Pasar Basah Mandonga, relawan ASR menyarankan mereka agar memanfaatkan aplikasi penjualan online.
“Sudah saatnya para pelaku UMKM di Kota Kendari memanfaatkan kecanggihan teknologi komunikasi. Gunakan aplikasi medsos penjualan online,” jelas Alvian Liambo, Ketua Relawan ASR Kota Kendari.
Dengan sistem Cash On Delivery (COD) atau setelah barang diterima pembeli (buyer) baru dibayar, sesuai harga plus ongkos kirim.
Selain memberikan saran-saran kepada pelaku UMKM, khususnya pedagang telur ayam, relawan ASR juga memperkenalkan sosok Mayjen TNI (Purn) sebagai calon gubernur Sultra periode 2024-2029.
Dalam sosialisasi itu, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka adalah sosok pemimpin yang berintegritas, disiplin, dan nasionalis.
Kemudian figur Andi Sumangerukka adalah pemimpin yang berwawasan luas dan memiliki jiwa sosial.
Laporan : Rustam









