TenggaraNews.com, KENDARI – Paduan suara Anoa Sforzando Choir asal Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara berhasil meraih medali emas untuk kategori mix choir, pada kompetisi Bali Internasional Choir Festival (BICF) yang digelar 24-28 Juli 2018 lalu.
BICF merupakan ajang lomba paduan suara dunia bergengsi, yang diadakan di Bali setiap tahun dan ini merupakan kali ke-7 BICF digelar.
Ketua Anoa Sforzando Choir, Nur Rahmat mengatakan, kompetisi ini adalah yang pertama kali diikuti dan mengirimkan 40 orang perwakilan.
“Jadi satu manager Mufidah Esa, satu conductor Simson Gau, 35 orang singer, serta tiga orang official,” ujarnya kepada TenggaraNews.com, Senin 30 Juli 2018.
Semntara itu, pelatih Anoa Sforzando Simson Gau mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti dan terlibat langsung dalam kompetisi BICF.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Ini berkat latihan dan kerja keras semua teman-teman Anoa Sforzando, sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
Hanya ada empat paduan suara yang mendapatkan medali emas dari 11 paduan suara yang ikut dalam kategori mix choir,” jelas Simon.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, dalam kompetisi paduan suara tersebut mereka membawakan dua lagu yang berjudul Soleram dari Indonesia dan Rosas Pandan dari Filipina.
“Persiapan untuk mengikuti ajang ini dari tujuh bulan sebelumnya kami lakukan secara mandiri, baik persiapan secara teknis, lagu dan koreografi semua kami gunakan sumber daya internal kami sendiri,” jelasnya.
Termasuk pencarian dananya, lanjut Simson, juga dilakukan secara swadaya oleh personil Anoa Sforzando.
“Jadi kita ngamen dari satu tempat ke tempat yang lain, kita jualan salad buah, jualan pakaian bekas dan sebagainya. Dari pintu ke pintu meminta donatur dari beberapa orang-orang yang mau membantu, tapi kita bersyukur segala kebutuhan dana untuk ke BICF bisa tercukupi,” terangnya.
Untuk itu, dirinya berharap, kedepannya pemerintah bisa lebih peduli dengan paduan suara itu sendiri, sehingga bisa mendapatkan tempat tersendiri, dan bisa sejajar dengan para pelaku seni lainnya.
“Mudah-mudahan ke depannya, paduan suara ini bisa membawa perubahan dan bisa bersinergi dengan pemerintah untuk mengembangkan paduan suara di Sultra, dan bisa membawa nama Sultra ke ajang yang lebih besar lagi,” tandasnya.
Untuk diketahui, sebanyak 146 group peserta ikut berpartisipasi pada BICF tahun ini, dan dikuti oleh 16 negara Asia maupun Eropa yakni Kanada, China, Indonesia, Jepang, Latvia, Lithuania, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Filipina, Polandia, Singapura, Korea Selatan (Korsel), Thailand, USA, dan Venezuela.
Laporan: Yusran









