TenggaraNews.com, KENDARI – Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sultra merilis data per tanggal 14 Juni 2019, jumlah korban banjir di Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 1.668 kepala keluarga (KK) atau 6.022 jiwa. Sedangkan rumah warga yang hanyut sebanyak 202 dan 1.391 rumah terendam air.
Menurut Ketua PMI Sultra, Abdurrahman Shaleh yang didampingi Sekretaris PMI Sultra Sahrun Gaus, jumlah wilayah yang terdampak banjir di Konawe Utara sebanyak 28 desa. Ini tersebar di 5 kecamatan.

Tim PMI Sultra mengirim bantuan logistik untuk warga korban banjir di Kabupaten Konawe Utara.
“Mengenai rumah yang hanyut terbawa banjir, relawan PMI masih melakukan proses pendataan sekaligus menolong para warga korban banjir. Kami menurunkan tim PMI untuk membantu meringankan beban warga,” kata Abdurrahman Shaleh, Senin (17/6/2019).
Peran PMI dalam membantu korban banjir di Konut, tidak hanya memberikan pertolongan medis. Tapi juga memberikan bantuan makanan, air bersih, pakaian, kebutuhan mandi, keperluan bayi dan perempuan dewasa.
“PMI Sultra sudah menyalurkan bantuan makanan, air bersih dan kebutuhan lainnya di lokasi banjir. Tim PMI juga membantu mengevakuasi warga ke tempat-tempat yang lebih aman dari serangan banjir,” ujar Abdurrahman Shaleh yang juga menjabat ketua DPRD Provinsi Sultra.

Tim PMI Sultra menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Konawe Utara, Ruksamin.
Sementara itu, Sahrun Gaus menjelaskan secara rinci daerah yang terdampak banjir di Konut berdasarkan pendataan tanggal 14 Juni 2019. Kecamatan Asera yang paling merasakan dampak banjir. “Untuk membantu warga memperoleh air bersih, PMI mengerahkan mobil tangki yang memuat air bersih. Air ini kemudian didistribusikan ke seluruh camp pengungsi banjir,” ungkap Sahrun Gaus.
Data PMI Provinsi Sultra Per Tanggal 14 Juni 2019
Kecamatan Asera :
- Asera, korban 90 KK, 350 jiwa dan 45 rumah hanyut.
- Longeo Utama, korban 81 K, 342 jiwa dan 13 rumah hanyut.
- Wawolimbue, korban 15 KK, 78 jiwa dan 6 rumah hanyut.
- Walalindu, korban 23 KK, 70 jiwa dan warga mengungsi.
- Puuwanggudu, korban 105 KK, 427 jiwa dan 14 rumah hanyut.
- Alaa Wanggudu, korban 68 KK, 260 jiwa dan 5 rumah hanyut
- Wanggudu Raya, korban 78 KK, 317 jiwa dan 11 rumah hanyut
- Tangguluri, korban 15 Kk, 78 jiwa
- Wunduhaka, korban 6 KK, 24 jiwa dan rumah proses pendataan
- Walasolo, korban 66, 276 jiwa dan 1 rumah hanyut
- Tapuwatu, korban 80 KK, 260 jiwa dan 75 rumah hanyut
- Ameroro, korban 27 KK, 120 jiwa dan 1 rumah hanyut
- Asemi Nunulai, korban 76 KK, 329 jiwa dan 1 rumah hanyut
Total :730 KK, 2.931 jiwa, 172 rumah hanyut dan sebagian masih didata
Kecamatan Andowia :
- Labungga, korban 210 KK, 726 jiwa
- Laronanga, korban 125 KK, 499 jiwa
- Puusuli, korban 100 KK, 200 jiwa dan 11 rumah hanyut
- Puuwonua, korban 87 KK, 240 jiwa
Total : 522 KK, 1.665 jiwa dan 11 rumah hanyut, sebagian masih didata
Kecamatan Oheo :
- Linomoiyo, korban 22 KK, 126 jiwa
- Mopute, korban 28 KK, 125 jiwa
- Wiwirano, korban 64 KK, 270 jiwa
- Bendewuta, korban 12 KK, 53 jiwa
- Walandawe, korban 15 KK, 216 jiwa
- Horoe, korban 29 KK, 116 jiwa
- Landawe, korban 60 KK, 67 jiwa
- Puuhialu, korban 72 KK dan jiwa masih didata
Total : 302 KK, 973 jiwa dan rumah masih proses didata
Kecamatan Landawe :
- Tambakua, korban 68 KK, 251 jiwa
- Landiwo, korban 34 KK, 154 jiwa
Total : 102 KK, 405 jiwa dan rumah masih proses didata
Kecamatan Langgikima :
- Polora, korban 12 KK, 48 jiwa dan rumah masih proses didata
Laporan : Rustam
Editor : Ikas









