TenggaraNews.com, KENDARI – Anggota Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, melakukan peninjauan di 4 titik penting di Sulawesi Tenggara (Sultra). Tujuannya untuk menyerap aspirasi, sekaligus melihat langsung progres pembangunan yang sumber dananya dari APBN tahun 2019.
Ke empat titik yang dimaksud, meliputi peninjauan terminal Puwatu Kota Kendari. Di mana terminal ini akan naik status menjadi terminal tipe A di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan.
“Saat ini terminal Puwatu baru masuk daftar perubahan status tipe A. Jadi baru terdaftar. Mudah-mudahan secepatnya bisa naik status, ” kata Ridwan Bae, Rabu (31/7/2019).
Diungkapkan, satu-satunya provinsi di Indonesia yang belum memiliki terminal tipe A hanya Sultra. Kemudian dari 123 terminal tipe A, terminal Puwatu masuk daftar diurutan 121.
Untuk mempercepat proses peningkatan status terminal, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, sudah mengusulkan alokasi dana APBN sebesar Rp 35 Milyar untuk membangun berbagai fasilitas terminal di Puwatu.
“Saya lihat kondisi terminal Puwatu memang fasilitasnya sangat tidak memadai. Kondisinya sangat parah, ” ungkap Ridwan yang pernah menjabat bupati Muna selama dua periode.
Ridwan juga menyoroti jumlah jembatan timbang di Sultra. Dari 16 pelabuhan yang tersebar di wilayah Sultra, baru terdapat 1 unit jembatan timbang di Kabupaten Kolaka. “Seharusnya Sultra mempunyai 16 jembatan timbang. Nah ini juga saya perjuangkan penganggarannya ke depan, ” katanya.

Titik kedua yang ditinjau, ketua DPD Partai Golka Sultra ini, Pelabuhan Kapal Ferri Kota Kendari-Langara, Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).
Di pelabuhan ini, Ridwan sangat prihatin melihat kondisi jembatan atau tangga penghubung (wharf ladder) antara dermaga dengan geladak kapal ferri, sudah tidak layak dipakai.
“Sebelum terjadi musibah, maka pemerintah harus mengganti tangga penghubung di Pelabuhan Ferri Kendari. Waktu peninjauan, kondisinya sangat parah. Sudah harus diganti, ” tegasnya.
Ridwan akan memperjuangkan alokasi dana APBN-P tahun 2019. “Kalau masih ada anggaran, saya akan perjuangkan melalui pembahasan APBN Perubahan, nilainya sekitar Rp 10 Milyar. Ditambah sekitar Rp 3 Milyar untuk pembangunan fasilitas keselamatan pelabuhan,” jelasnya.
Untuk titik ketiga yang ditinjau Ridwan, melihat pembangunan rumah susun untuk mahasiswa Kampus Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra). Rusun tersebut dimonitor karena sumber dananya dari APBN tahun 2019.
“Saya lihat, pengerjaan proyeknya dapat berjalan sesuai perencanaan. Bila tak ada halangan, akhir tahun 2019, sudah rampung pembangunannya, ” papar mantan Ketua PODSI Sultra ini.
Titik keempat yang diperhatikan Ridwan, yakni berkunjung ke Kantor Basarnas Kendari. “Kunjungan ke Kantor SAR Kendari, setelah melihat peristiwa banjir yang melanda beberapa kabupaten di Sultra. Saya melihat sudah perlu Basarnas Kendari memiliki helikopter bermesin dua dengan kapasitas muat yang lebih besar, ” jelasnya.
Basarna Kendari sangat urgen memeliki helikopter, kata Ridwan, mengingat kondisi wilayah kepukauan di Sultra. Bila terjadi musibah, mobilitas Basarnas Kendari bisa lebih cepat memberikan pertolongan, ” ujar mantan Ketua Hipmi Sultra ini.
Laporan : Rustam









