TenggaraNews.com, KENDARI – Menjelang penetapan nama-nama calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Panitia penyelenggara kegiatan Musdadi nilai syarat akan kepentingan dan berpihak pada salah satu kandidat.
Steering Comite (SC) dan Organizing Comite (OC) dinilai tidak netral.
Hajatan kepemudaan ini tercederai dari tindakan SC dan Panitia yang memihak pencalonan anak Gubernur Sultra Alvin Akawijaya Putra.
Salah satu bakal calon Jaswanto mengungkapkan kekecewaannya dan menarik diri dari pertarungan Ketua Umum KNPI Sulawesi Tenggara.
“Kami menarik diri dari Musda ini dengan tidak melanjutkan proses pendaftaran dan menarik berkas pendaftaran dari Musda, ini karena setingan SC dan OC kami nilai sangat berpihak pada pencalonan anak gubernur,” tegas Jaswanto, Jum’at 28 Mei 2021.
Advokat muda Sultra ini juga menegaskan bahwa momentum Musyawarah Daerah KNPI, seharusnya menjadi hajatan anak muda Sultra dalam bertarung gagasan.
Bukan sebaliknya diisi oleh orang-orang tua yang dipenuhi intrik penyelenggara dengan tujuan memenangkan salah satu calon.
Keterlibatan salah satu Steering Comite (SC) Tahir Lakimi dari awal proses pendaftaran dengan mewakili Bakal Calon Alvian Akawijaya Putra mengambil formulir, sampai turut mendampingi penyerahan berkas pendaftaran kepada panitia penyelenggara di nilai Musda KNPI ini disiapkan hanya untuk anak Gubernur.
Keterlibatan itulah yang kemudian kami nilai menciderai Marwah Musda KNPI ke XV yang harusnya menjadi ajang tarung dan gagasan para pemuda di Jazirah bumi anoa.
ApalagiMusda KNPI kali ini adalah rekonsiliasi dari tiga versi KNPI, jangan kemudian diciderai oleh kepentingan oleh mereka yang harusnya pensiun saja dari urusan-urusan OKP dan Kepemudaan.
Jika Musda tetap dipaksakan berjalan tentu ini akan melahirkan polarisasi dan perpecahan diantara pemuda di Sultra.
Padahal esensi penyelenggaraan ‘Musda Bersama’ upaya penyatuan tiga kubu KNPI yang sempat terpecah, tapi justru menciptakan konflik hanya karena memaksakan kehendak untuk menjadikan Ketua KNPI salah satu calon.
“Kami meminta panitia untuk menunda pelaksanaan Musda KNPI Sulawesi Tenggara ke XV dengan menyusun komposisi kepanitiaan baru yang terbuka, netral dan adil. Di isi oleh orang- orang sehat, jauh dari keberpihakan pada salah satu calon demi terwujudnya persatuan pemuda di Sultra.
Laporan : Muh Beni









