TenggaraNews.com,KENDARI – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sudirman menyoroti kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, yang terkesan tak perdulikan perbaikan jalan yang sifatnya skala prioritas.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyayangkan sikap BPJN XXI Kendari yang lebih memilih merusak jalan yang kondisinya masih baik, ketimbang memperbaiki infrastruktur yang kondisinya rusak parah.
Sudirman menyebutkan, salah satu infrastruktur yang kondisinya rusak berat adalah Jalan Konawe-Konawe Utara. Anehnya, hal itu justru tak menjadi perhatian pihak BPJN. Ditambah lagi pembangunan jembatan di Desa Rawua, Kecamatan Sampara yang juga belum selesai.
Menurutnya, BPJN seharusnya fokus dalam menyelesaikan pembangunan jembatan Rawua. Sebab, wilayah itu kerap terjadi kemacetan panjang.
“Ini kan aneh. Masa jalan Kendari-Konawe di Pondidaha yang masih bagus dikasih rusak, padahal masih ada yang seharusnya jadi skala prioritas. Lucu ini BPJN,” ujar pria yang popular dengan sapaan Imenk, Senin 18 Mei 2020.
Olehnya itu, Ketua PKS Muda Sultra ini meminta BPJN agar benar-benar melihat lebih jeli lagi, dan mempertimbangkan mana yang menjadi lebih urgent untuk diperbaiki.
Sudirman menambahkan, jalan provinsi Konawe-Konsel (Lambuya-Motaha) kini nampak rusak berat, karena jalan tersebut seharusnnya tak dilalui kendaraan bermuatan berat . Namun yang terjadi, mobil-mobil ekspedisi dari Makassar melalui jalan tersebut, akibat terputusnya jembatan di Desa Rawua.
Sudirman juga meminta Komisi V DPR RI agar mengevaluasi kinerja BPJN. Sehingga infrastuktur yang rusak parah dapat menjadi skala prioritas, bukan malah merusak jalan yang masih mulus.
“Apalagi, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Pak Ridwan Bae kan dari Sultra. Makanya saya berharap beliau bisa mempresure dan mengevaluasi kinerja BPJN XXI Kendari, yang nampak aneh,” harapnya.
Laporan: Ikas









