TenggaraNews.com, MUNA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna yang ke-60 di laksanakan di Alun-alun Kota Raha, kegiatan tersebut di hadiri unsur Forum kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta kepala kesatuan kerja perangkat daerah (SKPD), bahkan yang menjadi tamu khusus adalah Bupati Buton Tengah, H. Samahuddin beserta seluruh jajarannya.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut disambut antusias oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dari tokoh agama, tokoh adat dan pemuda. Namun, yang menarik dari kegiatan dies natalis tersebut dan menjadi perbincangan publik, yakni ketidakhadiran Bupati Muna Barat (Mubar), LM. Rajiun Tumada.
Ditemui diacara halal bihalal yang dilaksanakan di Jalan Agus Salim, Kelurahan Laende, Kabupaten Muna, LM. Rajiun Tumada menyampaikan alasan ketidakhadiran dirinya saat upacara perayaan HUT Bumi Sowite.
Mantan Ketua DPD PAN Mubar ini mengaku bahwa Pemda Mubar sama sekali tidak diundang. Olehnya itu, dia bahkan bingung, karena hanya Kabupaten Buteng saja yang diundang.
“Wilayah Mubar itu lahir dari rohnya Kabupaten Muna induk, seharusnya kita diundang dong. Tapi itu tidak menjadi soal, yang penting kita tetap mengucapkan selamat hari ulang tahun Kabupaten Muna yang ke-60,” kata Rajiun Tumada, Kamis 4 Juli 2019.
Lebih lanjut, mantan Kasat Pol PP Provinsi Sultra itu mengajak masyarakat untuk tidak mendengar isu di luar apalagi di media sosial (Medsos), yang mengatakan bahwa Pemerintah Mubar diundang dalam pelaksanaan HUT Muna tahun ini.
Dia menegaskan, bahwa sudah setahun ini pihak Pemkab Muna tidak pernah mengundang dalam perayaan yang berbahagia itu.
“Memang sebelumnya kita pernah diundang di HUT Muna, tapi itu dua tahun yang lalu. Yang jelas, jika kami diundang pasti kami akan datang, karena kita hari ini merasa bagian yang tidak terpisahkan dan kita satu kesatuan dari Kabupaten Muna induk. Jadi jika ada yang mengatakan, bahwa kita diundang dalam perayaan tersebut dan undangan itu diberikan kepada protokoler tentu itu merupakan suatu pembohongan yang besar yang dituduhkan kepada kita,” pungkasya.
Laporan: Phoyo
Editor: Ikas









