TenggaraNews.com, KENDARI – Kepala Cabang Astra Motor Honda (AHM) Kendari, Nasrul mengatakan, tiga produk milik Honda ini yakni CBR 250 RR, Beat dan Scoopy merupakan brand yang paling populer. Mayoritas konsumen di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memilih ketiga produk tersebut sebagai kendaraan idaman mereka.
“Itu yang paling laris sekarang Scoopy, kita masih inden warna-warna tertentu,” katanya.
Nasrul mengungkapkan, brand matic keluaran baru seperti Scoopy memang sedang naik daun saat ini. Bahkan, permintaan akan produk tersebut terbilang sangat banyak, karena hingga saat ini, masih ada sekitar 15 konsumen yang sudah inden sejak sebulan kemarin tapi belum mendapatkan pesanannya.

“Kalau untuk kelebihan di produk kita, yakni ada teknologi PGM-FI, terus ada ISS. Kalau kita stater motor diawal tidak ada lagi bunyi getaran atau tidak kedengaran, ramah lingkungan, ada juga CBS untuk tipe motor tertentu, yaitu pengereman yang menggabungkan antara rem depan dan rem belakang. Jadi, hanya dengan menekan tuas rem tangan sebelah kiri, maka rem depan dan rem belakang berfungsi secara bersama,” bebernya.
Nasrul juga menambahkan, prestasi Pedrosa dan Marques di event International Moto GP merupakan nilai plus bagi Honda, sehingga pihaknya menjadikan dua ikon tersebut sebagai strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan produk.
“Honda itu bukan hanya motor yang irit bahan bakar, tapi juga kencang,” tambahnya.
Selain itu, Ia juga mengajak masyarakat Sultra untuk lebih cerdas dalam memilih produk. Secara umum, pangsa pasar Honda di Indonesia sebesar 74 persen, sehingga hal ini menjadi pertimbangan bagi konsumen, untuk tetap menjatuhkan pilihannya pada brand-brand yang diproduksi Honda.
“Saya rasa masyarakat sekarang sudah tahu dan pintarlah melihat produk yang baik. Kalau masyarakat memilih yang lain itu terserah mereka, tapi yang saya rasa masyarakat di kota-kota besar bisa memilih yang lebih baik,”ungkapnya.
Nasrul menyebutkan, target penjualan AHM dalam sebulan untuk Sultra sekitar dua ribu sampai tigan ribuan unit untuk semua tipe motor. Sedangkan target di Kendari hanya lima ratusan unit saja.
Laporan: Muhamad Isran
Editor: Ikas Cunge









