TenggaraNews.com, KENDARI – Warga Kelurahan Kessilampe, Kecamatan Kendari, memblokir jalan yang menghubungkan antara Kota Kendari dengan Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.
Aksi blokir ini dilakukan pada Senin, 23 November 2021 sekitar jam 08.10 Wita. Warga menuntut agar Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas PU segera melakukan perbaikan jalan yang sudah bertahun-tahun tak kunjung diaspal.
Secara bergantian warga berorasi di tengah jalan. Mereka mendesak agar Pemerintah Provinsi Sultra tidak hanya memberikan janji-janji kepada masyarakat.
Dampak dari pemblokiran jalan tersebut sejak pagi sampai siang, suplai BBM jenis premium, pertalite, pertamax dan solar ke SPBU terhambat.
Pantauan di Jalan Ahmad Yani, sekitar pukul 12.47 Wita, tepatnya di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, salah satu SPBU tertutup. Tidak ada layanan penjualan karena stok BBM tidak tersedia.
Pantauan lain, SPBU yang berada di simpang empat Jalan Saranani dan Jalan Malik Raya, tepatnya di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, baru masuk satu unit mobil tangki sekitar pukul 14.00 Wita.
Sementara kendaraan roda dua dan roda empat sudah terlihat antri di SPBU tersebut untuk mengisi BBM.
“Dari tadi pagi tidak ada pengisian di SPBU. Akhirnya penjual eceran yang panen,” ujar Bayu salah seorang warga yang berjualan di dekat SPBU Saranani Kendari.
Suplai BBM dari Depo Pertamina Kendari ke SPBU terhambat. Ini disebabkan warga memblokir jalan yang menghubungkan Kota Kendari dengan kantor Depo Pertamina yang berada di Kelurahan Mata.
Informasi yang berhasil dihimpun, warga Kessilampe menolak membuka blokiran jalan bila janji Dinas PU Provinsi Sultra tidak dipenuhi untuk mengaspal jalan yang rusak parah.
“Masyarakat tetap menuntut agar pemerintah memperhatikan kondisi jalan yang rusak ini. Kalau tidak, masyarakat tetap memblokir sampai janji pemerintah ditepati,” kata Al warga Kampung Butung Kelurahan Kessilampe.
Laporan : Ibing









