TenggaraNews.com, WAKATOBI – 100 hari kerja menjadi momen yang paling dinantikan untuk melihat sebagian janji pasangan Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Haliana – Ilmiati Daud.
Dari hal ini bisa tergambarkan jelas, bagaimana struktur program bisa terlaksana dengan baik, Terlebih beberapa janji yang diutarakan akan diwujudkan pada 100 hari kerja.
Sangat teringat jelas, ketika Haliana dilantik pada 28 Juni 2021 kemarin, bagaimana ia mengeluarkan statementnya yang akan dilakukannya selama tiga bulan pertama masa kerjanya.
Begitu banyak yang terucap di hadapan masyarakat Wakatobi mulai dari masalah kesehatan pendidikan dan pelayanan.
Pasca 100 hari kerja Haliana – Ilmiati Daud, ucapan bupati terpilih itu tak semanis saat dilantik, pasalnya malah dinilai gagal oleh pendukungnya sendiri.
” Saya memahami itu adalah upaya yang dilakukan untuk meyakinkan masyarakat. Namun pada kenyataannya di 100 hari kerja saya melihat banyak kegagalan di sini, ” ujar Emen Lahuda, mantan Tim Pemuda Haliana pada Selasam 12 Oktober 2021.
Lanjutnya, melihat dari janji yang direalisasikan pada 100 hari kerjanya adalah ketersediaan ambulans laut dan darat dimasing-masing Puskesmas di pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko, pelayanan kapal murah bahkan pembagian seragam sekolah secara gratis.
Pada sambutannya saat memperkenalkan program Merdeka Belajar, keduanya memastikan tak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah.
” Saat ini, berapa banyak sih anak di Wakatobi yang putus sekolah dengan faktor kemiskinan atau hanya karena malas sekolah. Hal ini harusnya menjadi kajian bersama Bupati dan Wakil Bupati beserta dinas terkait untuk segera dituntaskan, ” imbuhnya.
Katanya, belum lagi embel-embel, seperti beasiswa dan pakaian seragam akan dilaunching pada 100 hari kerja pertama. Tapi buktinya, belum ada juga pergerakan yang menyentuh hal ini. Padahal ini salah satu yang paling dinantikan terutama untuk anak-anak muda yang sedang mengenyam pendidikan.
Laporan : Syaiful









