TenggaraNews.com, KENDARI – Aksi demonstrasi yang dilakukan Taman Pemuda dan Mahasiswa Tolaki (Tamalaki) Sultra, dalam rangka mendesak Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir untuk memproses penetapan wakil wali kota berakhir ricuh.
Kericuhan terjadi saat masa aksi memaksa masuk ke lobby Kantor Wali Kota Kendari. Akan tetapi, barisan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Kendari mendorong keluar demonstran. Akibatnya, terjadi aksi dorong dan saling pukul dari kedua bela pihak.
Kericuhan ini juga merupakan buntut dari ketidakpuasan masa aksi, karena Sulkarnain Kadir tak menemui mereka. Sebab, orang nomor satu di Kota Kendari itu sedang berada di Kantor DPRD Kota Kendari, guna menghadiri rapat paripurna.
Massa aksi meminta agar diberikan ruang untuk masuk ke dalam, dengan maksud ingin duduk sembari menunggu kehadiran Wali Kota Kendari. Akan tetapi, Satpol PP yang bertugas menjaga pintu masuk tak mengamini permintaan tersebut.
“Kami hanya mau masuk duduk ke dalam, sambil menunggu Wali Kota Kendari. Kami tidak akan melakukan pengrusakan,” teriak masa aksi, Kamis 8 Mei 2019.
Kengototan Satpol PP tak memberikan ruang masuk bagi demonstran menyebabkan kaca pintu masuk pecah, akibat dorongan masa aksi merengsek masuk.
Alhasil, demonstran berhasil menembus pertahanan Satpol PP Kota Kendari, dan duduk bersama di lobby utama Kantor Wali Kota Kendari, dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP.
Laporan: Ikas









