TenggaraNews,com, WANGGUDU – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Konawe Utara dalam sepekan ini, mengalami peningkatan. Kini sudah mencapai 5 kecamatan, yakni wilayah Kecamatan Langgikima, Landawe, Oheo, Andowia dan Asera.
Akibat hujan yang turun terus menerus, debit air meningkat. Informasi yang dihimpun sudah puluhan rumah hanyut terbawa arus banjir. Ratusan warga terpaksa mengungsi di atas bukit, guna menghindari terjangan air.
Banjir menerjang rumah warga
Menurut Jefri Prananda, Ketua DPRD Konawe Utara, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah memberikan bantuan tanggap darurat.
“Kepala BNPB Bapak Doni Monardo sudah melihat langsung kondisi banjir di Konawe Utara hari ini. Bantuan untuk para pengungsi korban banjir juga sudah diserahkan oleh BNPB, ” kata Jefri Prananda, sekira pukul 21.33 Wita, Sabtu (8/6/2019).
Bantuan BNPB yang diberikan, sejumlah tenda pengungsi, makanan siap saji, selimut dan obat-obatan. “Bantuan untuk tanggap darurat sudah ada dari BNPB. Pemda Konut juga sudah terlebih dahulu memberikan bantuan, sebelum bantuan dari pusat datang, ” jelas Jefri Prananda.
Akibat banjir yang melanda kabupaten yang terkenal dengan tanaman kelapa sawit, hubungan transportasi darat antara Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Tengah terputus. Beberapa ruas jalan di Konawe Utara terendam air sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.
Pemerintah Kabupaten Konawe Utara saat menerima kunjungan Kepala BNPB Doni Monardo.
Juga dikabarkan, jembatan permanen di Sungai Dampala, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, putus diterjang banjir, Sabtu dini hari. Jembatan ini sangat vital, karena menghubungkan Konawe Utara dan Morowali.
Laporan : Rustam









