TenggaraNews.com, MEDAN – Forum Ibu di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar kegiatan Cinta Budaya Indonesia melalui Kebaya Khas Indonesia. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif demi menjaga kelestarian kebaya di Indonesis.
Acara tersebut dilaksanakan pada Jumat (19/07/2019). Kegiatan ini membahas mengenai sejarah, seni, filosofi dan ideologi yang terkandung dalam budaya dari berbusana kebaya.
“Gagasan ini kita sambut dengan sangat baik, karena di Kemendikbud memang ada peraturan setiap hari Selasa memakai baju daerahnya masing-masing. Gerakan yang berbasis busana ini punya dampak yang lebih jauh dari yang kita kira,” ucap Ade Sandra Ketua Forum Ibu.
Ia menyampaikan agar kedepannya, kebaya bisa tetap dapat dilestarikan di dunia pendidikan dan kebudayaan, demi tercapainya tujuan dijadikan hari kebaya sebagai hari nasional, seperti Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober setiap tahunnya.
Perjuangkan kebaya dapat diperingati sebagai Hari Kebaya Nasional

“Bapak Jokowi dalam pidatonya di Sentul, sudah menerangkan kalau Indonesia ini milik semua dan kita harus berjuang atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia berkebaya ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri, kegiatan berbusana juga misi mencapai tujuan tersebut,” ujarnya.
Ade Sandra juga berharap, kaum perempuan yang mulai sadar harus melestarikan busana khas Indonesia tersebut.
“Gerakan berkebaya sudah ada sejak 2014 dan diterima secara luas. Kebaya menurut kami busana asli yang perlu kita warisi bersama-sama karena memiliki keterlibatan terhadap kemajuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.” harap Ade.
Menurut Ade, banyak tugas yang dia emban bersama ibu-ibu berkebaya, mengingat masih banyak orang tidak tahu, tentang perbedaan kebaya dan jenis kain lainnya.
“Apa yang perlu disosialisasikan? Banyak, karena ada yang tidak tahu kebaya, baju kurung itu bedanya apa dan memang pakemnya berbeda. Sebenarnya kebaya bukaannya di depan, dan lekukannya membentuk tubuh,” tutup Ade mengakhiri pembicaraan.
Laporan : RJ Samosir
Editor : Rustam









