TenggaraNews.com, KOLAKA – Kabupaten Kolaka mendapat program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) sebanyak 178 rumah untuk Masyarakat Berpengasilan Rendah (MBR). Nilai bantuan Rp 17,5 juta atau sebesar Rp 3,115 Milyar
Bantuan itu diserahkan secara simbolis Ahmad Safei, Bupati Kolaka di Aula Sasana Praja, Pemda Kolaka, Selasa (30/7/2019). Penyerahan program BRS, Safei didampingi Ahmad Birawa B Kasi Barang Bukti dan Rampasan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka, Hasbirat Kepala BPD Kolaka
dan Kasim Madaria Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan
Bagi masyarakat yang menerima program BRS, Ahmad Safei, berharap agar pandai bersyukur. Pasalnya bantuan ini jumlahnya tidak banyak, hanya 178 rumah.
“Masih banyak masyarakat Kolaka yang harus dibantu, sehingga yang mendapat bantuan tahap awal harus bisa memanfaatkan bantuan tersebut,” kata Safei.
Menurut Safei, bantuam dana program BRS senilai Rp.17.500.000 per rumah, nantinya tiidak akan diserahkan dalam bentuk tunai. Melainkan akan dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan kerusakan rumah.
“Saya ingatkan juga kepada para pendamping untuk terus melakukan pengawasan. Jangan sampai ada rumah yang tidak rampung dalam program ini,” tegasnya.
Safei menambahkan, tahun ini, warga yang beruntung mendapatkan program hanya ada 2 kecamatan, yakni Kecamatan Kolaka dan Kecamatan Latambaga.
“Olehnya itu pemberian bantuan kepada masyarakat berpenghasilan rendah ini, bertujuan untuk peningkatan kualitas rumah tidak layak huni,” ujarnya.
Selain itu bantuan perumahan ini di dampingi oleh tim fasilitator guna memantau dan memfasilitasi pembangunan rumah dengan pola swadaya masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Rakyat Kolaka Andi Abbas mengatakan, bantuan ini diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
Agar bantuan tersebut berjalan sesuai perencanaan dan tidak terjadi pelanggaran hukum, pihak kejaksaan akan melakukan pengawasan.
Abbas menjelaskan secara rinci program BRS di Kolaka tahun ini. Dari 178 unit rumah yang akan dibenahi, itu berada di Kelurahan Induha 47 rumah, Kelurahan Latambaga 15 rumah, Kelurahan Laloeha 27 rumah, kelurahan Balandete 27 rumah, Kelurahan Watuliandu 27 rumah, Kelurahan Lalombaaa 35 rumah,” jelas Abbas.
Sementara jumlah dana dalam buku tabungan berjumlah Rp.17.500.000, terbagi menjadi biaya tukang atau pekerja Rp. 2.500.000. Sedangkan untuk bantuan pembelian material Rp.15.000.000. “Untuk total anggaran keseluruhan program BRS tahun 2019 sebanyak Rp.3 miliar lebih. Bagi penerima dana diwujudkan dalam bentuk rekening tabungan di bank,” pungkasnya.
Laporan :Deriyanto.T
Editor : Rustam









