TenggaraNews.com, TANGERANG – Sebanyak 68 pengurus Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Konawe Selatan yang terdiri dari pengurus Kabupaten, kecamatan dan desa menyambangi Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu 31 Juli 2019.
kehadiran mereka di daerah tersebut dalam rangka belajar atau melaksanakan kaji banding terkait penanganan stunting.
Kedatangan rombongan PKK Konsel yang dipimpin Ketua TP-PKK, Hj. Nurlin Surunuddin disambut hangat oleh Wakil Ketua TP-PKK Tangerang, Hj. Nina Madromli, sekaligus bertukar plakat dan cinderamata.
“Selamat datang Ketua TP-PKK Konsel bersama rombongan di tempat kami, sekaligus menyampaikan salam dan permohonan maaf karena Ketua PKK kami tidak turut menyambut langsung, karena sedang menjalankan tugas penting lainnya,” ujar Nina Madromali mengawali sambutannya.
Dia juga menjelaskan, bahwa mereka telah mendirikan Kampung KB Waru, di Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Yang saat ini telah menjadi Kampung KB percontohan peringkat ke 4 tingkat nasional.
Ditambahkannya, bahwa keberadaan kampung KB ini mendapatkan banyak perhatian dari berbagai daerah, yang merupakan hasil perjuangan seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Pangkat bersama seluruh OPD se-Kabupaten Tangerang.
Lebih lanjut, Nina menerangkan, tak kalah pentingnya adalah peran dari TP-PKK, baik tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa. Yang mampu berperan serta aktif dalam upaya menekan bertambahnya jumlah penduduk, dan turut mensosialisasikan program KB di lingkungan sekitarnya.
“Dengan menganggap bukan hanya tugas pemerintah semata tetapi seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” terang Nina.
Menurut dia, hal ini dilakukan mengingat Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Indonesia saat ini kurang lebih mencapai 13,8 persen setiap tahunnya, dan di Tangerang berdasarkan data BPS 2018 jumlah penduduk mencapai 3,7 juta jiwa, dengan LPP 3,5 persen, dan stunting sebesar 28,8 persen.
Khusus Kecamatan Jayanti sendiri menduduki peringkat teratas yakni 46,8 persen dan di Provinsi Banten sebesar 29,6 persen, sedangkan angka yang ditolerir oleh WHO adalah tidak lebih dari 20 persen.
Olehnya itu, ungkap Nina, stunting adalah masalah serius yang menjadi program prioritas Pemkab Tangerang. Dimana, PKK berperan aktif melakukan penyuluhan pola asuh anak dari Pokja satu, dengan turun tangan langsung untuk menurunkan angka stunting dengan membentuk Satgas TEGAS “Tangerang Cegah Stunting”, termasuk didalamnya berupaya meningkatkan ekonomi keluarga melalui UP2K.
“Dan untuk mengatasi persoalan kependudukan tersebut, kami bentuk Kampung KB percontohan, yang diharapkan akan semakin meningkatkan peran serta masyarakat dalam menciptakan SDM yang berkualitas, yang terlahir dari keluarga yang bahagia dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Konsel, Hj. Nurlin Surunuddin, mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemkab Tangerang, atas kesediaan menerima rombongan PKK Konsel untuk melaksanakan kegiatan study banding, kaitan dengan penanganan masalah stunting dan Kampung KB.
“Kami ke sini, karena Tangerang merupakan salah satu terbaik dalam penanganan masalah stunting, sehingga menjadikan tempat ini sebagai daerah rujukan untuk belajar tentang penanganan masalah tersebut dan pelaksanaan program KB,” ucap Nurlin.
Disebutkan Istri Surunudin Dangga ini, Konsel adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sultra, yang jumlah penduduknya 304.214 jiwa, dan diantaranya usia anak 0 – 10 tahun sebanyak 69.958 jiwa, yang sebagian anak-anak mengalami masalah stunting dan penanganan KB.
Tentunya, kata Nurlin, pengurus PKK yang merupakan mitra kerja pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk berupaya mengurangi masalah stunting dan KB. Olehnya itu, pihaknya butuh ilmu dan pengalaman cara mengatasinya, dengan membawa pengurus PKK kabupaten, kecamatan dan desa untuk belajar langsung.
“Dengan harapan, bisa mendapat referensi dan pengalaman baru terkait hal ini, sehingga dapat diterapkan di daerah kami, yang tentunya dengan dukungan informasi dan data dari PKK Tangerang,” tandas Nurlin.
Laporan: Ikas









